
Ilustrasi: Jaecoo J5 EV, salah satu mobil listrik baru dengan harga murah yang hadir di Indonesia. (Istimewa)
JawaPos.com - Demam mobil listrik tengah melanda pasar otomotif global, termasuk Indonesia. Namun di balik gencarnya promosi dan insentif pemerintah, tren ini juga diwarnai fenomena yang tak bisa diabaikan yakni perang harga antar produsen, terutama dari pabrikan Tiongkok, yang membuat nilai mobil listrik cepat terkoreksi, baik untuk unit baru maupun bekas.
Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi calon pembeli yang ingin beralih ke kendaraan ramah lingkungan. Harga yang turun drastis dalam waktu singkat bisa menjadi dilema, apakah sekarang waktu yang tepat membeli, atau sebaiknya menunggu harga stabil?
Harga Cepat Turun, Pembeli Harus Lebih Cermat
Masuknya merek-merek asal Tiongkok seperti BYD, Wuling, hingga Chery ke pasar Indonesia memang mengguncang lanskap otomotif. Strategi harga agresif yang mereka terapkan memaksa merek Jepang dan Eropa ikut menyesuaikan.
Dalam setahun terakhir, sejumlah model mobil listrik bahkan terkoreksi hingga puluhan juta rupiah. Atau bahkan mencapai setengah harganya.
Penurunan ini tentu menguntungkan bagi pembeli baru, tapi membuat harga jual kembali (resale value) mobil listrik jadi lebih cepat turun dibandingkan mobil bensin konvensional. Maka, sebelum membeli, penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor teknis dan finansial secara matang.
Mengutip laman Caroline dan Adira, ada beberapa tips membeli mobil listrik yang perlu diketahui. Pertama, evaluasi kebutuhan dan anggaran.
Tentukan dulu apakah mobil listrik benar-benar sesuai dengan pola penggunaan Anda. Jika hanya digunakan untuk perjalanan dalam kota, model berjarak tempuh menengah mungkin sudah cukup, sehingga bisa menekan biaya awal.
Lalu periksa daya listrik rumah. Pastikan daya listrik di rumah cukup untuk pengisian baterai. Umumnya, dibutuhkan daya minimal 2.200 VA untuk pengisian ringan, namun idealnya di atas 3.500 VA agar tidak mengganggu kebutuhan listrik rumah tangga lain.
Kemudian perhatikan kapasitas baterai dan jarak tempuh. Semakin besar kapasitas baterai, semakin jauh jarak tempuh yang bisa dicapai. Namun, kapasitas besar juga berarti harga lebih tinggi dan waktu pengisian lebih lama.
Lalu, pahami infrastruktur pengisian daya (SPKLU). Cek lokasi SPKLU di sekitar rumah, kantor, atau rute harian Anda. Aplikasi seperti PLN Mobile kini memudahkan pencarian titik pengisian publik.
Pastikan juga untuk teliti terhadap garansi baterai. Baterai adalah komponen paling mahal. Pastikan Anda mendapat garansi minimal 8 tahun atau 160.000 km. Jangan ragu menanyakan detail cakupan garansi, termasuk kemungkinan degradasi performa baterai.
Terakhir, hitung biaya operasional dan perawatan. Meski mobil listrik hemat energi dan minim perawatan mesin, biaya penggantian baterai bisa mencapai puluhan juta rupiah. Bandingkan total biaya kepemilikan (TCO) dengan mobil bensin untuk jangka panjang dan manfaatkan insentif pemerintah.
Sementara untuk mobil listrik bekas beda lagi. Pasar mobil listrik bekas kini mulai ramai, tapi pembeli perlu ekstra hati-hati. Turunnya harga mobil baru otomatis menekan harga bekas, namun kondisi baterai menjadi faktor penentu utama nilai jual.
Periksa riwayat kendaraan. Pastikan mobil memiliki catatan servis resmi, termasuk data pengisian daya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022