
Ilustrasi phising. (ANTARA/HO-Siberkreasi)
JawaPos.com - Pakar Kaspersky menemukan bahwa penipu daring terus mencari cara untuk mengeksekusi serangan mereka. Mereka dengan cepat beradaptasi dengan tren sosial dan memikat pengguna dengan dengan penawaran menarik, dikutip dari ANTARA.
Baru-baru ini, bahkan ditemukan serangkaian aplikasi palsu di Google Play yang mengeksploitasi topik hangat saat ini seperti artificial intelligence (AI), aset, kripto, dan tautan-tautan terkait Elon Musk, guna menarik minat pengguna demi menghasilkan uang dengan mudah.
Baca Juga: Hasil FP1 MotoGP Italia: Tiga Pabrikan Berbeda di Tiga Besar
"Para penipu online terus mengembangkan taktik mereka untuk mengeksploitasi tren dan teknologi terbaru. Dari aplikasi palsu hingga halaman phishing, mereka memanfaatkan umpan dan desain menarik untuk menargetkan pengguna yang tidak menaruh curiga," kata pakar keamanan Kaspersky Igor Golovin melalui siaran pers, Jumat (9/6).
Aplikasi yang dianalisis Kaspersky membuat klaim yang menjanjikan melalui iming-iming keuntungan harian hingga 9 ribu dolar AS (sekitar Rp133,7 juta) dengan investasi awal hanya 250 dolar AS (sekitar Rp3,7 juta)
Baca Juga: Agustus, Uji Coba Perdana Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Selain itu, mereka menegaskan bahwa pengguna tidak memerlukan keterampilan teknis apa pun dan menjamin pengalaman bebas risiko.
Namun, begitu korban memasang aplikasi dan membukanya, mereka diminta untuk memasukkan informasi pribadi seperti nama, nomor telepon, dan email.
Setelah mengirimkan detail, penipu mengirimkan pesan untuk meyakinkan korban bahwa pendaftaran berhasil dan menginstruksikan mereka untuk menunggu telepon dari broker perwakilan dengan panduan lebih lanjut.
Baca Juga: Cegah Risiko Kebakaran Pada Kendaraan Listrik, Simak Kiatnya di Sini!
Dalam skenario penipuan serupa, korban biasanya menerima telepon dari penipu yang memberikan informasi mendetail tentang proses investasi.
Mulai dari informasi mengenai keberhasilan investasi, korban diperintahkan untuk mentransfer uang ke dompet penipu. Namun, korban tidak pernah menerima keuntungan yang dijanjikan. Selain itu, data curian yang diperoleh selama serangan dapat dimanfaatkan untuk tujuan berbahaya.
Selain aplikasi palsu, peneliti Kaspersky juga mengidentifikasi halaman phishing yang menggunakan teknik dan struktur serupa, yang kemungkinan besar diatur oleh operator yang sama yang bertanggung jawab menyebarkan aplikasi palsu.
Baca Juga: Setelah Jakarta, Honne juga Bakal Mampir ke Surabaya
Hal itu menunjukkan bahwa penyerang di balik penipuan mendiversifikasi metode mereka untuk meraup sejumlah uang dan berusaha menargetkan sebanyak mungkin korban.
Tim Kaspersky pun telah menjangkau Google dan memperingatkan tentang aplikasi penipuan yang ada di Google Play.
Sementara itu, pakar Kaspersky meminta setiap individu agar tetap waspada dan berjaga-jaga terhadap ancaman di ruang digital.
Baca Juga: Hasil CT Scan dan Pengobatan Bagus, Operasi Anak Korban Pemerkosaan di Parigi Moutong Kemungkinan Dibatalkan
Untuk melindungi diri dari penipuan tersebut, pakar Kaspersky merekomendasikan untuk berhati-hati terhadap tautan dan email mencurigakan, jaga kerahasiaan informasi pribadi dengan hindari memberikan detail sensitif secara daring, serta terus mengedukasi diri tentang penipuan dan ancaman dunia.
Jika tidak yakin tentang situs web, tautan, atau saluran komunikasi tertentu, berhati-hatilah dan jangan sampai terperdaya. Hati-hati juga jika Anda menemukan sesuatu yang mengiming-imingi secara berlebihan.
Baca Juga: The Babies Gagal Pertahankan Gelar Singapore Open Setelah Kandas di Perempat Final
Selain itu, penting juga untuk instal perangkat lunak antivirus dan antimalware pada perangkat dan pindai perangkat secara teratur, serta pastikan selalu perbarui perangkat lunak keamanan tersebut.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
