
Wakil Kepala Bareskrim Polri Irjen Nunung Syaifuddin membeber pengungkapan kasus sindikat phising ilegal yang melibatkan 2 WNI. Korban mencapai 34 ribu orang. (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com - Pengungkapan kasus sindikat phising lintas negara yang melibatkan 2 orang Warga Negara Indonesia (WNI) berinisial GWL dan FYTP memakan lebih dari 34 ribu korban, termasuk diantaranya warga negara Amerika Serikat (AS).
Wakil Kepala Bareskrim Polri Irjen Nunung Syaifuddin menyampaikan bahwa kedua WNI tersebut sudah menjadi tersangka.
Mereka membuat dan menjual perangkat lunak untuk tindak pidana akses ilegal berupa phising tools. Tidak hanya itu, hasil kejahatan tersebut digunakan untuk Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
”Berdasarkan hasil penyelidikan Dittipidsiber Bareskrim Polri, yaitu LP/25/XI/2024, tertanggal 15 November 2024, perkara ini berhasil diungkap berawal dari patroli siber yang menemukan situs w3llstore.com yang memperjualbelikan phishing tools,” ungkap Nunung.
Dalam proses hukum yang dilakukan oleh Bareskrim Polri, penyidik melakukan undercover buy atau penyamaran menggunakan aset kripto.
Hasilnya, mereka memastikan bahwa perangkat lunak yang dibuat dan dijual oleh pasangan kekasih tersebut digunakan untuk melakukan kejahatan akses ilegal atau phising.
”Penyidik berhasil mengungkap jaringan penjualan phishing tools internasional. Kemudian penyidik juga berhasil mengidentifikasi 2.440 pembeli dalam periode dari tahun 2019-2024,” terang dia.
Dari jual beli perangkat lunak itu, terjadi tindak kejahatan yang memakan korban hingga lebih dari 34 ribu orang. Korban berasal dari berbagai negara. Termasuk diantaranya AS. Karena itu, Bareskrim Polri menggandeng Federal Bureau of Investigation (FBI) dalam penanganan kasus tersebut.
”Saat ini tersangka sudah ditahan sejak tanggal 9 April kemarin di Rutan Bareskrim Polri. Kegiatan lain dari penyidik yaitu menyita barang bukti dan aset hasil kejahatan senilai Rp 4,5 miliar rupiah,” imbuhnya.
Meski aset barang bukti kejahatan itu Rp 4,5 miliar, Nunung menyatakan bahwa total kerugian global atas kejahatan tersebut mencapai USD 20 juta atau setara dengan Rp 350 miliar. Karena itu, kejahatan tersebut menjadi ancaman serius bagi masyarakat dunia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
35 Santri Keracunan MBG Masih Dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Prediksi Sassuolo vs Frosinone di Coppa Italia 2026/2027: Jay Idzes Cs Menang Susah Payah
