Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Juni 2023 | 02.55 WIB

Startup Teknologi Ini Bantu Mahasiswa Rampungkan Tugas Kuliah Sembari Kurangi Limbah

ilustrasi: Limbah kertas tak terpakai masih bisa punya nilai ekonomi jika dimanfaatkan kembali. (Recycling Magazine). - Image

ilustrasi: Limbah kertas tak terpakai masih bisa punya nilai ekonomi jika dimanfaatkan kembali. (Recycling Magazine).

JawaPos.com - Printbox, vending machine yang diklaim merevolusi proses cetak dokumen bagi mahasiswa Indonesia, siap memperkenalkan produk terbarunya, Printbox 3.0. Terobosan baru yang akan diluncurkan diklaim bisa membantu mahasiswa menyelesaikan tugas kuliah mereka sembari mengurangi limbah kertas.
 
Printbox sendiri merupakan salah satu produk dari startup bernama Inventing yang bergerak di bidang pengembangan produk berbasis teknologi hardware di Indonesia. Startup ini adalah partisipan dari program binaan Startup Studio Indonesia (SSI) binaan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) batch enam.
 
 
Saat ini, Printbox telah hadir di beberapa kota besar seperti Jabodetabek, Bandung, Semarang, Malang, dan telah memiliki 50 unit Printbox yang beroperasi membantu mahasiswa di berbagai kampus. Setelah beroperasi selama kurang lebih 10 bulan, Inventing sebagai startup pencipta Printbox akan meluncurkan Printbox versi terbaru, yakni Printbox 3.0. 
 
Versi terbaru ini digadang-gadang tidak hanya mampu menyediakan layanan cetak dokumen, tetapi juga memungkinkan pembelian meterai 10.000 secara otomatis (vending stamp), pengelolaan limbah kertas, dan layanan publikasi iklan di layar 43 inci yang ada di Printbox. 
 
 
Diharapkan fitur ini dapat memaksimalkan utilitas Printbox dan membantu komunitas akademik kampus ketika menggunakan Printbox, di mana kebutuhan akan membeli meterai sangat dibutuhkan di kalangan mahasiswa.
 
Sebelumnya, untuk membeli meterai 10.000, mahasiswa perlu keluar kampus dan mencari minimarket terdekat. Namun, dengan adanya mesin penjual otomatis meterai pada Printbox, mahasiswa hanya perlu datang ke Printbox 3.0 dan dapat langsung melakukan pembelian meterai di tempat.
 
 
Selain itu, tim Inventing juga melihat banyaknya mahasiswa yang memiliki kertas tak terpakai menumpuk di kamar atau rumah sebagai masalah yang sering terjadi. Oleh karena itu, utilitas Printbox dapat menjadi sarana untuk mengumpulkan kertas bekas yang tidak terpakai di lingkungan kampus.
 
"Kertas bekas yang tidak terpakai di lingkungan kampus bisa mencapai ribuan ton setiap tahun, namun belum ada yang mengelola masalah ini. Bayangkan, setiap mahasiswa minimal mencetak 10 lembar per semester, artinya setiap tahunnya terdapat minimal 20 lembar per mahasiswa," jelas Alif Hikmah Fikri, salah satu pencipta Printbox. 
 
 
Dia melanjutkan, jika dikalikan dengan jumlah mahasiswa Indonesia yang mencapai tujuh juta, jumlah kertas bekas yang beredar bisa mencapai minimal 140 juta lembar. "Kami berencana untuk mengkonversi kertas bekas ini menjadi program beasiswa yang akan diberikan kepada mahasiswa yang membutuhkan, sehingga kertas bekas yang sebelumnya tidak memiliki nilai bisa menjadi beasiswa berharga bagi mahasiswa," ungkap Alif.
 
Rencananya, Printbox 3.0 akan terus difokuskan pada kerja sama dengan lebih banyak kampus dan sekolah, terutama di pulau Jawa, hingga akhir 2024. Targetnya adalah memiliki total 10.000 unit Printbox yang beroperasi dalam periode tersebut. 
 
 
Sebagai informasi, Printbox lahir dari kegelisahan pendirinya yang melihat antrean panjang di konter cetak di sekitar kampus dan proses cetak yang melelahkan. Dalam metode cetak konvensional, dibutuhkan waktu hingga 20 menit hanya untuk mencetak satu lembar dokumen.
 
Printbox menawarkan tarif cetak yang terjangkau, mulai dari Rp 500 hingga Rp 1.000 per lembar, sesuai dengan anggaran rata-rata mahasiswa. Selain itu, Printbox menjawab kekhawatiran mahasiswa mengenai keamanan data. 
 
 
Printbox mengklaim, dokumen yang diunggah ke server terkunci dengan aman, sehingga tidak ada yang dapat mengaksesnya tanpa izin. Setelah dicetak, dokumen akan secara otomatis terhapus, menjaga keamanan dokumen tersebut.
Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore