JawaPos.com - Twitter tampaknya masih akan terus jadi perbincangan selama beberapa waktu ke depan. Hal ini menyusul pengumuman bahwa Elon Musk telah mempekerjakan mantan eksekutif NBC Universal Linda Yaccarino sebagai CEO Twitter berikutnya.
Elon Musk memutuskan mundur dan duduk sebagai CEO Twitter. "Saya senang menyambut Linda Yaccarino sebagai CEO baru Twitter," cuit Musk, CEO Twitter yang akan segera menanggalkan posisinya via Twitter pribadinya.
Elon Musk melanjutkan, Linda akan fokus pada kemajuan bisnis Twitter. "@LindaYacc akan fokus terutama pada operasi bisnis, sementara saya fokus pada desain produk & teknologi baru. Saya berharap dapat bekerja sama dengan Linda untuk mengubah platform ini menjadi X, aplikasi segalanya," lanjut Elon Musk.
Penunjukan Linda Yaccarino terjadi ketika platform periklanan tersebut sedang dalam kekacauan, dengan pengunduran diri massal dan beberapa perusahaan menghentikan iklan sejak akuisisi Twitter oleh Elon Musk pada bulan Oktober lalu.
Dia sebelumnya menghabiskan 11 tahun dengan NBC Universal di mana dia terakhir menjadi ketua periklanan dan kemitraan global di NBCU. Dia mengundurkan diri dari peran sebelumnya Jumat (12/5) pagi.
"Merupakan kehormatan mutlak untuk menjadi bagian dari Comcast NBCUniversal dan memimpin tim yang paling luar biasa. Kami telah mengubah perusahaan kami dan seluruh industri," kata Yaccarino dalam sebuah pernyataan.
Pengumuman ini jelas membawa pengaruh estafet lainnya. Hal ini mengingat Elon Musk juga merupakan petinggi perusahaan teknologi lainnya yakni Tesla dan SpaceX. Khusus untuk Tesla, pengumuman baru di Twitter membuat saham mereka melesat.
Musk pertama kali mengajukan tawaran untuk Twitter pada 14 April 2022. Saham Tesla ditutup hari itu di USD 333 atau berkisar Rp 4,9 jutaan saat itu. Sejak itu, saham tersebut telah kehilangan hampir setengah dari nilainya karena Musk telah menjual saham untuk membayar platform media sosial barunya.
Pembelian resmi Twitter senilai USD 44 miliar atau berkisar Rp 653 triliun ditutup pada bulan Oktober dan Wall Street telah terlalu fokus pada "Twitter overhang" yang membebani saham Tesla sejak saat itu.
Kini, setelah Twitter mengumumkan CEO baru dan Elon Musk tidak lagi menjabat sebagai eksekutif tertinggi, saham Tesla dikabarkan melesat. Kembali bergairah.
"Kekuasaan Musk sebagai CEO Twitter akhirnya berakhir dan dengan demikian akan menjadi hal positif bagi saham Tesla yang mulai menghapus albatros yang tersisa ini dari cerita," tulis direktur pelaksana sekuritas Wedbush Dan Ives dalam sebuah catatan dilansir via YahooFinance.
Saham Tesla diperkirakan bakal naik setidak-tidaknya USD 15 atau berkisar 222 ribuan per lembar saham. “Kami percaya ini menambah sekitar USD 15 per saham ke cerita Tesla karena CEO Musk sekarang pergi dari Twitter," lanjut perusahaan sekuritas tersebut.
Begitu dia mengundurkan diri dari Twitter, Musk akan tetap menjadi CEO SpaceX dan Tesla. Ini merupakan momen yang tepat bagi pembuat kendaraan listrik, seperti yang diingat Tiongkok, berkurangnya permintaan AS dan perang harga EV sangat berpengaruh terhadap sentimen nilai saham.