
Apple masih memimpin pasar tablet di dunia pada Q1 2023.
JawaPos.com - Persaingan di bidang elektronik semakin kuat. Banyak merek seperti Apple, Samsung, Xiaomi, dan Oppo bersaing ketat untuk menjangkau lebih banyak pengguna dengan smartphone dan produk serupa.
Tentunya bagi para penggiat teknologi, persaingan ini cukup menyenangkan. Apalagi setelah International Data Corporation (IDC) merilis data terbarunya yang kerap menyiapkan laporan pengukuran persaingan pasar.
Baru-baru ini, IDC menerbitkan laporan pengapalan tablet global untuk kuartal pertama tahun 2023. Apple sekali lagi meninggalkan Samsung dalam persaingan.
Dilansir dari laman resminya, IDC juga mencatat pengapalan tablet di seluruh dunia mengalami penurunan signifikan sebesar 19,1 persen Year on Year (YoY) pada Q1 2023, menjadi 30,7 juta unit. Pengurangan ini kembali ke tingkat pra-pandemi, mencerminkan volume pengiriman 30,1 juta unit pada Q1 2019 dan 31,6 juta pada Q1 2018.
“Vendor tablet memasuki kuartal pertama 2023 dengan hati-hati. Seperti yang diharapkan, volume komersial dan konsumen rendah karena lingkungan makro tetap tidak menentu sepanjang Q1," kata Anuroopa Nataraj, analis riset senior di IDC Mobility and Consumer Device Trackers.
Meski demikian, Nataraj melanjutkan, yang patut diperhatikan adalah dampak positif dari pembatasan dari pandemi ini dalam adopsi tablet dan berapa banyak vendor yang mengambil kesempatan untuk merancang dan menerapkan model yang dengan tepat mendukung kasus penggunaan selama penguncian dan setelahnya.
"Misalnya, tablet layar besar, ideal untuk pembelajaran jarak jauh dan situasi kerja hybrid, meningkat secara signifikan dibandingkan dengan tingkat pra-pandemi," imbuh Nataraj.
Apple dan Samsung mempertahankan dominasinya, menguasai hampir 58 persen pasar tablet. Huawei naik ke posisi ketiga, sementara Lenovo dan Amazon masing-masing berada di peringkat keempat dan kelima.
Alasan penurunan tajam di hampir semua produk ini cukup jelas. Pada tahun 2023, pandemi Covid-19 berakhir, dan kehidupan kembali normal di seluruh dunia.
Saat praktik seperti bekerja dari rumah dan pendidikan online menurun, kegilaan konsumen juga agak melambat. Alasan lainnya adalah meningkatnya inflasi dan kesulitan ekonomi di seluruh dunia. Meskipun demikian, para ahli tetap berharap tentang masa depan pasar tablet.
Jitesh Ubrani, seorang manajer riset di Mobility and Consumer Device Trackers IDC, tetap optimis meskipun terjadi penurunan pengiriman tablet. Dia juga mencatat meningkatnya minat dari vendor, khususnya masuknya kembali Google, yang berpotensi meningkatkan pengalaman tablet Android dan mengintegrasikan tablet ke dalam sistem rumah pintar.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
