Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 31 Januari 2025 | 04.36 WIB

Setelah Diminta Informasi tentang Penggunaan Data Pribadi Warganya, kini DeepSeek Tak Bisa Diakses di Italia

Deepseek. (globaltimes) - Image

Deepseek. (globaltimes)

JawaPos.com - Aplikasi AI asal Tiongkok, DeepSeek tidak bisa diakses di App Store Apple dan Google di Italia. Hal ini terjadi setelah otoritas perlindungan data negara tersebut meminta informasi tentang penggunaan data pribadi warganya.
 
Pemberitahuan yang ditampilkan kepada pelanggan Italia di App Store mengatakan aplikasi tersebut ‘saat ini tidak tersedia di negara atau wilayah tempat Anda berada’. Sedangkan, pesan di platform aplikasi Google Mengatakan unduhan ‘tidak didukung’ di Italia.
 
"Kabar penarikan aplikasi itu baru beberapa jam lalu, saya tidak bisa mengatakan apakah itu karena kami atau bukan," kata Kepala Regulator Data Italia, Pasquale Stanzione, seperti dikutip dari kantor berita ANSA oleh Reuters, Kamis (30/1).
 
"Kantor kami akan meluncurkan investigasi mendalam untuk melihat apakah aturan GDPR dipatuhi," imbuh Stanzione merujuk pada regulasi perlindungan data Uni Eropa.
 
Regulator Italia, yang dikenal sebagai Garante, sebelumnya mengatakan bahwa mereka ingin mengetahui mengenai data pribadi yang dikumpulkan di DeepSeek, termasuk sumber, tujuan, dasar hukum, dan apakah data tersebut disimpan di Tiongkok. 
 
Mereka bahkan memberi DeepSeek dan perusahaan afiliasinya waktu 20 hari untuk menanggapi.
 
Stanzione juga mengatakan bahwa regulator tengah mencari jaminan tentang perlindungan bagi pengguna aplikasi di bawah umur, penghindaran bias dan penghindaran campur tangan pemilu.
 
Namun, DeepSeek tampaknya masih beroperasi bagi pengguna Italia yang sebelumnya telah mengunduh aplikasi tersebut. Serta tersedia untuk diunduh dan digunakan di negara-negara Uni Eropa lainnya dan Inggris.
 
Garante Italia adalah salah satu pengawas paling aktif di Eropa terkait penggunaan AI. Dua tahun lalu, lembaga ini sempat melarang penggunaan ChatGPT yang didukung Microsoft atas dugaan pelanggaran aturan privasi Uni Eropa.
 
Di Jerman, seorang juru bicara kementerian dalam negeri mengatakan pemerintah sedang memantau aplikasi AI untuk kemungkinan adanya gangguan sebelum pemilihan nasional pada 23 Februari.
 
"Tentu saja, otoritas keamanan khawatir dengan aplikasi AI dan kemungkinan manipulasi, kemungkinan pengaruh terhadap pembentukan opini publik melalui aplikasi AI, terutama sekarang mengingat pemilihan Bundestag," kata juru bicara yang tak disebutkan namanya tanpa menyebutkan model tertentu.
 
Tak hanya itu, Komisi Perlindungan Data Irlandia mengatakan bahwa mereka juga telah meminta informasi dari DeepSeek tentang pemrosesan data terkait pengguna Irlandia.
 
Komisi Perlindungan Data Irlandia adalah regulator utama UE untuk sebagian besar perusahaan internet AS teratas karena lokasi operasi UE mereka di Irlandia, tetapi DeepSeek belum menetapkan Irlandia sebagai kantor pusat UE-nya.
 
Sebagai informasi, DeepSeek minggu lalu meluncurkan asisten AI gratis yang diklaim menggunakan lebih sedikit data dengan biaya yang jauh lebih murah daripada layanan yang ada. 
 
Pada hari Senin, asisten tersebut telah melampaui pesaingnya dari AS yakni ChatGPT dalam jumlah unduhan dari App Store Apple, yang memicu kepanikan di kalangan investor saham teknologi.
 
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore