
Zerto memiliki jurus jitu dalam menjaga keamanan data perusahaan. (Istimewa)
JawaPos.com–Publik Indonesia dihebohkan dengan serangan ransomware ke Pusat Data Nasional (PDN) yang dikelola Kementerian Komunikasi dan Informatika. Serangan ransomware Lockbit 3.0 ke Pusat Data Nasional (PDN) memberi dampak terganggunya sejumlah layanan publik selama beberapa hari terakhir.
Dalam lanskap digital saat ini, serangan ransomware menjadi semakin canggih dan sering terjadi serta tidak bisa dicegah. Perlunya memastikan perusahaan yang siap selalu dalam merespons secara efektif serangan ransomware sangat penting.
Storage Technology Architect dari HPE Indonesia representing Zerto Lisa Permatasari mengatakan, pihaknya memiliki jurus jitu dalam menjaga keamanan data perusahaan. Solusi Zerto dapat membantu perusahaan agar pulih dengan cepat dari serangan ransomware dan meminimalkan down time.
”Ada beberapa langkah yang efektif dalam menangani serangan ransomware. Yang pertama, bagaimana melakukan recover dengan cepat,” ujar Lisa.
Sebab, lanjut dia, untuk serangan ransomware biasanya harus meminimalisir data loss dan juga down time. Sehingga jika perusahaan melakukan recover dengan cepat, berarti perusahaan bisa melanjutkan kembali bisnis yang tadinya berhenti karena adanya serangan ransomware, dikembalikan lagi keadaan seperti sebelum adanya serangan ransomware.
”Yang kedua, kalau pun ada data loss, kalau bisa data loss-nya seminimal mungkin,” ujar Lisa Permatasari.
Dia menyebut, ada beberapa keuntungan untuk perusahaan yang menggunakan Zerto jika terkena serangan ransomware. Perusahaan yang menggunakan Zerto dapat melakukan recover dengan cepat. Zerto bisa melakukan rewind kondisi workload perusahaan atau yang terkena serangan tersebut dengan sangat cepat, dengan data loss yang sangat minim.
”Karena Zerto bisa menciptakan recovery point (RPO) setiap 5 hingga 15 detik. Sehingga dengan begitu data loss hanya sekitar 5 sampai 15 detik saja. Serta untuk recovery time akan sangat cepat sehingga kita bisa kembali melanjutkan bisnis perusahaan kita jika terkena serangan enkripsi massal,” jelas Lisa Permatasari.
Sementara itu, Aditya Irawan, Lead Product Architect PT Arupa Cloud Nusantara, mengatakan bahwa tidak hanya menyediakan lisensi, Arupa melalui Zettagrid Indonesia sebagai Cloud Service Provider (CSP) sudah mengoperasikan Zerto sejak 2018 dengan branding SecondSite DRaaS by Zerto.
”Engineers kami memiliki pengalaman membantu organisasi melakukan implementasi Zerto, mengoperasikannya, melakukan disaster recovery drill (DR Drill) dan merawatnya sesuai dengan best practice dari Zerto. Sampai saat ini, kami mengelola perlindungan lebih dari 100 VM menggunakan Zerto,” ucap Adit.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
