
Yuzu, Salah Satu Program Emulator Populer untuk Perangkat Game Switch kini harus Hadapi Tuntutan dari Nintendo./Sumber : Yuzu
JawaPos.com – Salah satu perusahaan game terkemuka asal Jepang yakni Nintendo kembali melakukan tindakan tegas terkait produk yang mereka kembangkan.
Nintendo secara resmi mengajukan tuntutan pada Yuzu, kelompok yang berhasil membuat program emulator untuk perangkat game milik mereka yakni Nintendo Switch.
Dilansir dari The Verge, Kamis (29/2), tuntutan yang dilayangkan oleh Nintendo tersebut pertama kali diketahui oleh seorang pengguna X bernama Stephen Totilo yang memiliki username @stephentotilo.
Tuntutan itu diajukan pada pengadilan Distrik Rhode Island pada 26 Februari 2024 lalu dengan nomor perkara Case 1:24-cv-00082-JJM-LDA.
Berdasarkan dokumen yang diunggah melalui Scribd oleh Totilo, Nintendo menyebut Yuzu telah melanggar hukum dengan membuat sebuah kode.
Kode tersebut dibuat untuk menembus teknologi anti pembajakan yang telah mereka sematkan pada perangkat Switch dan seluruh game yang mereka kembangkan.
Mereka juga mengatakan bahwa salah satu orang dibalik Yuzu yang memiliki nama online Bunnei disebut juga memberikan arahan untuk melakukan piracy pada perangkat milik perusahaan.
Perusahaan yang populer berkat game Mario tersebut juga mengatakan akibat ulah salah satu pengembang emulator Switch tersebut banyak pengguna yang membajak game-game Switch.
“pengguna dapat mengunduh game tersebut melalui situs-situs ilegal maupun dengan langsung meretas perangkat game Switch milik mereka,” tulis Nintendo dalam tuntutan tersebut.
“Dengan terpasangnya Yuzu di perangkat pengguna, mereka dapat memainkan game-game milik Nintendo tanpa harus membayar sepeserpun pada kami,” tegas perusahaan tersebut.
Nintendo menyebut seluruh tindakan yang dilakukan kelompok pembuat program emulator itu telah melanggar Digital Millennium Copyright Act atau yang lebih populer dengan istilah DMCA.
Dalam gugatan yang diajukan di pengadilan Rhode Island tersebut, mereka menjelaskan bahwa game terbaru mereka yakni Legend of Zelda: Tears of the Kingdom juga menjadi korban kelompok tersebut.
Game yang dirilis secara resmi pada 12 Mei 2023 tersebut ternyata telah tersedia pada situs ilegal sebelum tanggal resmi perilisannya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
