JawaPos.com - Bersamaan dengan MacBook 2023, Apple mengumumkan M3, M3 Pro, dan M3 Max, tiga chip yang dilengkapi teknologi inovatif. Ketiganya juga diklaim memberikan peningkatan kinerja secara dramatis dan mengeluarkan kemampuan baru untuk Mac. Ini adalah chip komputer pribadi pertama yang dibuat menggunakan teknologi proses 3 nanometer terdepan di industri, memungkinkan lebih banyak transistor untuk dimasukkan ke dalam ruang yang lebih kecil dan meningkatkan kecepatan dan efisiensi.
Bersama-sama, M3, M3 Pro, dan M3 Max menunjukkan sejauh mana kemajuan silikon Apple untuk Mac sejak debut keluarga chip M1. Rangkaian chip M3 dilengkapi GPU generasi berikutnya yang mewakili lompatan maju terbesar dalam arsitektur grafis untuk silikon Apple.
GPU dijanjikan lebih cepat dan efisien, serta memperkenalkan teknologi baru yang disebut Dynamic Caching, sekaligus menghadirkan fitur rendering baru seperti ray tracing yang dipercepat perangkat keras dan mesh shading ke Mac untuk pertama kalinya. Kecepatan rendering kini 2,5x lebih cepat dibandingkan chip keluarga M1.
1 Core performa CPU dan core efisiensi masing-masing 30 persen dan 50 persen lebih cepat dibandingkan dengan M1, dan Neural Engine 60 persen lebih cepat dibandingkan Neural Engine pada rangkaian chip M1. Dan, mesin media baru kini menyertakan dukungan untuk dekode AV1, memberikan pengalaman video yang lebih efisien dan berkualitas tinggi dari layanan streaming.
Johny Srouji, Wakil Presiden Senior Teknologi Perangkat Keras Apple menjelaskan, rangkaian chip M3 melanjutkan laju inovasi luar biasa pada silikon Apple, dan menghadirkan penyempurnaan besar-besaran serta fitur baru ke MacBook Pro dan iMac baru.
“Silikon Apple telah sepenuhnya mendefinisikan ulang pengalaman Mac. Setiap aspek arsitekturnya dirancang untuk kinerja dan efisiensi daya. Dengan teknologi 3 nanometer, arsitektur GPU generasi berikutnya, CPU berperforma lebih tinggi, Neural Engine yang lebih cepat, dan dukungan memori yang lebih terpadu, M3, M3 Pro, dan M3 Max adalah chip tercanggih yang pernah dibuat untuk perangkat komputernya pribadi," terangnya dikutip dari laman resmi Apple.
GPU generasi berikutnya dalam keluarga chip M3 mewakili lompatan maju terbesar dalam arsitektur grafis untuk silikon Apple. Ini memiliki fitur Caching Dinamis yang, tidak seperti GPU tradisional, mengalokasikan penggunaan memori lokal di perangkat keras secara real time.
Dengan Dynamic Caching, hanya jumlah memori yang diperlukan yang digunakan untuk setiap tugas. Ini adalah yang pertama di industri, transparan bagi pengembang, dan merupakan landasan arsitektur GPU baru. Ini juga secara dramatis meningkatkan pemanfaatan rata-rata GPU, yang secara signifikan meningkatkan kinerja untuk aplikasi dan game profesional yang paling menuntut kinerja.
Dengan rangkaian chip M3, ray tracing dengan akselerasi perangkat keras hadir di Mac untuk pertama kalinya. Ray tracing memodelkan properti cahaya saat berinteraksi dengan pemandangan, memungkinkan aplikasi membuat gambar yang sangat realistis dan akurat secara fisik.
Hal ini, bersama dengan arsitektur grafis baru, memungkinkan aplikasi pro menghadirkan kecepatan hingga 2,5x lebih cepat dari keluarga chip M1. Pengembang game dapat menggunakan penelusuran sinar untuk menghasilkan bayangan dan pantulan yang lebih akurat, sehingga menciptakan lingkungan yang sangat mendalam.
Selain itu, GPU baru ini menghadirkan mesh shading yang dipercepat perangkat keras ke Mac, memberikan kemampuan dan efisiensi yang lebih besar pada pemrosesan geometri, dan memungkinkan pemandangan yang lebih kompleks secara visual dalam game dan aplikasi yang membutuhkan banyak grafis.
Terobosan arsitektur GPU ini memungkinkan semua peningkatan dan fitur ini sekaligus mempertahankan efisiensi daya silikon Apple yang legendaris. Faktanya, GPU M3 mampu menghadirkan performa yang sama dengan M1 dengan menggunakan hampir separuh daya, dan performa puncaknya hingga 65 persen lebih tinggi.
Keunggulan lainnya, CPU generasi berikutnya di M3, M3 Pro, dan M3 Max menghadirkan peningkatan arsitektur pada inti performa dan efisiensi. Inti kinerjanya hingga 30 persen lebih cepat dibandingkan keluarga M1, sehingga tugas seperti mengompilasi dan menguji jutaan baris kode di Xcode menjadi lebih cepat, dan musisi dapat menggunakan ratusan trek audio, plug-in, dan instrumen virtual dalam Logika Pro.
Inti efisiensinya hingga 50 persen lebih cepat dibandingkan inti efisiensi di M1, sehingga tugas sehari-hari menjadi lebih cepat dari sebelumnya, sekaligus memungkinkan sistem memaksimalkan masa pakai baterai. Bersama-sama, inti-inti ini menciptakan CPU yang memberikan kinerja multithread yang sama seperti M1 dengan hanya menggunakan setengah daya, dan kinerja hingga 35 persen lebih tinggi pada daya puncak.
Kemudian, setiap chip dalam keluarga M3 dilengkapi arsitektur memori terpadu, ciri khas silikon Apple. Hal ini memberikan bandwidth tinggi, latensi rendah, dan efisiensi daya yang tak tertandingi. Memiliki satu kumpulan memori dalam paket khusus berarti semua teknologi dalam chip dapat mengakses data yang sama tanpa menyalinnya di antara beberapa kumpulan memori, sehingga semakin meningkatkan kinerja dan efisiensi, dan mengurangi jumlah memori yang dibutuhkan sebagian besar tugas sistem.
Selain itu, dukungan memori hingga 128 GB membuka alur kerja yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan pada laptop, seperti pengembang AI yang bekerja dengan model transformator yang lebih besar dengan miliaran parameter.