JawaPos.com - Land Cruiser menjadi salah satu model yang selalu dikenang ketika kita menyebut nama Toyota. Sampai pada era elektrifikasi tiba, Toyota ingin turut membawa nama Land Cruiser ke teknologi tersebut. Hal ini ditunjukkan dengan Toyota yang akhirnya mengumumkan Land Cruiser Electric.
Seperti sudah disinggung di atas, Toyota Land Cruiser telah mengalami metamorfosis dalam beberapa tahun terakhir. Hilang sudah truk mewah besar dan lamban yang menjadi identik dengan namanya, dan sebagai gantinya akan ada truk yang lebih kecil dengan tenaga empat silinder dan gaya retro.
Toyota akhirnya meluncurkan Land Cruiser Se, sebuah debut diam-diam yang menjadikannya kendaraan listrik pertama di keluarga Land Cruiser. Namun ada sesuatu yang sangat berbeda pada SUV listrik ini, ia dirancang dengan mempertimbangkan perkotaan, bukan medan terjal, benar-benar 180 derajat dari sejarah Land Cruiser.
Penambahan terbaru pada jajaran ini adalah Land Cruiser SE, model serba listrik pertama yang mengusung nama Land Cruiser. Apa yang disampaikan Toyota adalah model yang saat ini masih berupa konsep, akan menawarkan pengalaman berkendara elektrik baterai torsi tinggi dan memiliki kursi tiga baris.
Perusahaan juga memuji betapa tenangnya Land Cruiser ini di lingkungan perkotaan dan situasi di jalan raya, menunjukkan bahwa fokus dari penawaran listrik ini pastinya adalah di trotoar dan tidak jauh dari jalur umum.
Satu hal yang jelas, Land Cruiser ini bertujuan untuk mendefinisikan kembali apa artinya menjadi SUV listrik. Berbeda dengan pendahulunya yang boros bahan bakar, Land Cruiser SE mengutamakan torsi bertenaga baterai yang mulus dan penjelajahan kota yang bebas kebisingan.
Dilansir dari Motor1, desain monocoque, yang disebut-sebut mampu meningkatkan responsivitas, tampaknya merupakan penyimpangan dari fokus off-road yang tangguh seperti yang dikenal dengan nama Land Cruiser.
Menariknya, fokus yang berpusat pada kota ini semakin diperkuat dengan spesifikasi SUV tersebut. Berukuran panjang 202,0 inci, lebar 78,0 inci, dan tinggi 67,0 inci, dimensinya mencerminkan dimensi Grand Highlander.
Sayangnya, Toyota masih bungkam mengenai detailnya, tidak ada kabar mengenai detail motor penggeraknya, tenaga, atau ukuran baterai. Ini adalah kendaraan ramping dan mungkin memiliki harga premium yang bertujuan untuk melayani penduduk kota lebih dari para petualang akhir pekan.