Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 5 Juli 2023 | 14.10 WIB

Internet Ngebut, Kominfo Sebut Implementasi 5G Dapat Tingkatkan PDB Nasional

Ilustrasi: Teknologi 5G mulai hadir di banyak negara. - Image

Ilustrasi: Teknologi 5G mulai hadir di banyak negara.

JawaPos.com - Teknologi telekomunikasi generasi kelima atau 5G mulai banyak hadir di negara-negara berkembang lainnya selama dua tahun terakhir ini. Begitu juga dengan Indonesia, 5G diyakini akan memilki kontribusi besar dalam peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Wayan Toni Supriyanto menyatakan, pemerintah bersama penyelenggara layanan telekomunikasi seluler berupaya aktif mempercepat implementasi use case teknologi 5G di Indonesia.

"Salah satunya untuk mendukung kota cerdas atau smart city," ungkapnya dalam Seminar Journey to 5G Smart City di Surakarta, Selasa (4/7).

Mengutip hasil riset dari Institut Teknologi Bandung tahun 2020, Wayan menyatakan pengembangan layanan 5G akan berdampak besar pada peningkatan ekonomi masyarakat dan industri di Indonesia.

“Perkembangan jaringan 5G di Indonesia berpotensi memberikan kontribusi lebih dari Rp 2.800 Triliun atau setara dengan 9,5 persen dari total PDB pada tahun 2030. Angka tersebut bahkan berpotensi melonjak menjadi Rp3.500 Triliun atau setara 9,8 persen dari total PDB Indonesia pada tahun 2035,” lanjut Wayan.

Dirinya juga menjelaskan kalau inovasi dan kemajuan teknologi 5G berdampak pada layanan komunikasi. Teknologi 5G memiliki kemampuan konektivitas throughput lebih cepat, latensi lebih rendah dan jumlah koneksi sensor yang lebih masif.

Sehingga bisa menghubungkan jutaan perangkat terutama untuk kebutuhan internet of things, virtual reallity, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Selanjutnya, kemampuan 5G tersebut memiliki potensi besar yang bisa dimanfaatkan untuk mempercepat transformasi digital di Indonesia. Khususnya pada era 4.0 sekarang ini baik untuk sektor industri, kesehatan, transportasi, pariwisata maupun smart city.

Sebagai informasi, di Indonesia, jaringan 5G telah beroperasi secara komersial sejak tahun 2021. Saat ini, layanan 5G di Indonesia sudah tersedia di wilayah Jabodetabek, Medan, Solo, Bandung, Surabaya, Makassar, Batam, Denpasar, dan Balikpapan.

Wayan juga memaparkan kalau teknologi 5G menjadi pendorong sektor vertikal yang menjadi enabler yang berdampak pada pertumbuhan PDB Nasional.

“Baik untuk sektor industri manufaktur, kawasan industri, industri pertambangan, industri minyak dan gas bumi, industri pariwisata dan ekonomi kreatif maupun pada implementasi smart city yang sudah dicanangkan oleh pemerintah,” tuturnya.

Berkaitan dengan implementasi kota cerdas, Kementerian Kominfo telah mengupayakan kehadiran lebih banyak smart city di Indonesia pada tahun 2024 melalui Gerakan Menuju Smart City dengan target 150 Kabupaten dan Kota terafiliasi untuk penerapan kota cerdas.

“Dengan kehadiran teknologi 5G ini diharapkan dapat membantu percepatan program smart city di Indonesia. Saat ini, 5G smart city baru diimplementasikan di Kota Surakarta untuk keperluan Smart Kampung dan layanan pengaduan masyarakat,” pungkas Wayan.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore