KASUS yang menjerat Waketum Gerindra yang juga menjabat menteri kelautan dan perikanan, Edhy Prabowo, mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, Edhy adalah orang ’’lingkaran dalam’’ partai yang selama ini dielu-elukan masyarakat karena sikap oposisinya dan sebagai pemenang kedua Pemilu 2019 setelah PDIP. Edhy telah ditetapkan KPK sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji terkait dengan perizinan tambak, usaha, dan pengelolaan perikanan tahun 2020.
Lalu, bagaimana nasib Gerindra setelah Waketum-nya dijerat kasus korupsi? Apakah integritas partai buyar dalam pandangan masyarakat? Sungguh teramat disayangkan memang. Sebelum keputusan Ketum Gerindra Prabowo Subianto menjadi partai koalisi pemerintah, masyarakat luas menaruh harapan pada Gerindra menjadi ’’partai oposisi’’. Namun, seperti nasi sudah menjadi bubur, dengan adanya kasus korupsi yang melibatkan salah satu elite Gerindra, integritas partai pun dianggap luntur.
Padahal, tradisi oposisilah yang seharusnya dipilih Gerindra. Hal itu sangat penting sebagai perimbangan supaya pemerintah dan gerbong partai Jokowi (PDIP) tidak menjadi status quo. Selain itu, dalam salah satu rumusan demokrasi mesti ada kekuatan oposisi yang berfungsi melakukan kritik, kontrol, koreksi, dan sekaligus sebagai kekuatan penyeimbang bagi status quo.
Kekosongan kekuatan oposisi dipercaya sebagai salah satu jalaran bagi munculnya pemerintahan otoritarian, yakni pemerintahan yang bekerja atas kemauannya sendiri, tanpa bisa dikoreksi, meskipun keliru. Sistem politik demokrasi yang tunaoposisi justru akan menjadi ancaman bagi demokrasi itu sendiri.
Kemenangan PDIP dengan partai koalisi pada Pemilu 2019, di satu sisi, memperkuat posisi pemerintahan Jokowi. Tapi, di sisi lain, seharusnya ada parpol yang menempatkan diri sebagai oposisi kuat. Kini hanya PKS dan Demokrat yang cenderung agak berdemarkasi dari kekuasaan status quo. Ini penting sebagai langkah ke depan untuk mengawal agar proses demokratisasi tetap terjaga.
Demarkasi politik atau pengawalan politik dalam bentuk jarak dengan kekuasaan status quo menyimbolkan oposisi yang nanti bertugas mengawal aspirasi rakyat sesungguhnya. Bukan oposisi dalam arti hanya untuk mendapat power sharing.
Jika kekuatan oposisi terbentuk, secara otomatis mengharuskan terjadinya ’’pembagian’’ wewenang kuasa. Dalam arti, kebijakan politik tidak akan sepenuhnya diambil Presiden Jokowi, melainkan akan terjadi pencairan kebijakan karena ada pembagian ide serta gagasan yang nanti dimainkan kekuatan oposan.
Oposisi yang berbasis pada nilai-nilai demokrasi tidak sama sekali diarahkan untuk merusak keadaan. Melainkan justru bervisi untuk memperbaiki dan menyempurnakan tatanan sehingga mendatangkan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat. Karena itu, oposisi juga mesti tetap menjaga sistem supaya bisa terus berlangsung.
Menurut Ignas Kleden, oposisi harus menjadi semacam advocatus diaboli atau devil’s advocate yang memainkan peran sebagai setan yang menyelamatkan kita justru dengan mengganggu kita terus-menerus. Dalam peran itu, oposisi berkewajiban mengemukakan titik-titik kelemahan dari suatu kebijakan. Sehingga, apabila kebijakan itu diterapkan, segala hal yang dapat mengakibatkan efek samping yang merugikan rakyat lebih dulu ditekan seminimal mungkin (Kleden, 2001).
Tidak seharusnya kekuatan oposisi bertubrukan atau apalagi membuat suatu kesenjangan (gap) yang tajam antara satu dan lainnya. Seperti dialami di negara-negara yang baru mengawali proses demokratisasi, di mana hal itu sesungguhnya sangat childish. Oposisi harus menjadi sebuah kekuatan sinergis yang dapat membawa kebijakan ke arah yang lebih baik dan integral. Kekuasaan politik memang tidak boleh absolut, melainkan harus patuh pada aturan main dan demokrasi itu sendiri.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
