
Photo
RABU dini hari (25/11) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan, penangkapan Edhy terkait dengan dugaan korupsi ekspor benur.
Tak sampai dua pekan, satu lagi menteri pemerintahan Jokowi tertangkap KPK. Menteri Sosial Juliari Peter Batubara resmi ditetapkan sebagai tersangka pengadaan bantuan sosial Covid-19. Kader Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan itu diduga menerima suap senilai Rp 17 miliar dari dua pelaksanaan paket bantuan sosial untuk penanganan Covid-19. Dia pun sudah menyerahkan diri Minggu dini hari (6/12) sekitar pukul 02.50 WIB ke Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.
Dengan semakin banyaknya korban Covid-19 dan semakin sulitnya kehidupan masyarakat, seharusnya para pejabat tinggi pemerintah memberikan sebesar-besarnya empati dan bantuan. Agar kehidupan masyarakat tidak semakin terjepit dan Covid-19 bisa segera ditanggulangi. Namun, apa yang dilakukan menteri sosial ini begitu kejam dan sangat tidak bermoral. Boro-boro membantu, dia malah menggarong paket bantuan sosial penanganan Covid-19.
Merilis laporan lembaga Transparency International berjudul Global Corruption Barometer-Asia, Indonesia menjadi negara nomor tiga paling korup di Asia. Tahun 2007–2018, ada 7 menteri yang ditangkap KPK karena korupsi. Sepanjang 2014–2019, Kementerian Dalam Negeri mencatat ada 105 kasus korupsi yang melibatkan pejabat tinggi daerah di 22 provinsi.
Mengapa seorang pejabat tinggi (menteri) yang seluruh kebutuhan hidupnya tercukupi, bahkan berlebihan, masih juga korupsi? Penyebabnya sangat banyak, baik yang bersifat multifaktorial maupun multidimensional. Karena sudah banyak dibahas, artikel ini tidak menyoroti hal itu, tapi membahasnya dari perspektif neurosains (sistem saraf).
Kesehatan adalah keadaan sehat secara fisik, mental, sosial, dan spiritual yang memungkinkan seseorang bisa hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Ini mengacu pada UU Kesehatan No 36 Tahun 2009. Sesuai dengan struktur dan fungsinya, otak dibedakan menjadi tiga macam. Yaitu, otak sakit, otak normal, dan otak sehat. Otak sakit memiliki gejala sebagai berikut: perilaku abnormal, moral abnormal, deviasi mental, dan deviasi norma sosial. Di sini yang terganggu adalah anatomi (struktur) dan fisiologi (fungsi) otak.
Otak normal adalah otak yang memiliki struktur anatomis lengkap. Berbagai macam fungsi otak seperti gerakan tubuh, sistem pancaindra (melihat, mendengar, membau, mengecap, meraba), kesadaran dan perhatian terhadap lingkungan, kondisi emosi dan memori, kemampuan berpikir dan inteligensi, semuanya berfungsi secara normal.
Otak sehat lebih dari sekadar otak normal. Selain berfungsi baik, otak sehat memiliki nilai-nilai kehidupan dan spiritualitas yang baik. Nilai-nilai kehidupan tersebut meliputi karakter, kepribadian, perilaku, mental, etika, moralitas, dan humanisme yang semuanya berfungsi secara baik.
Karakteristik spiritual otak sehat berhubungan dengan persepsi bahwa apa pun yang seseorang lakukan akan memiliki dampak yang baik terhadap kehidupan. Otak sehat membuat hidup bahagia, menginspirasi lingkungan yang baik, kuat menghadapi cobaan hidup, dan sehat secara fisik, mental, sosial, dan spiritual.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
