
Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko. (Dok JawaPos.com)
JawaPos.com - Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko menegaskan, menjadi Ketua Umum Partai Demokrat adalah hak dirinya sebagai seorang warga sipil. Menurutnya, hal itu perlu dilihat secara kritis.
"Ini Moeldoko yang tidak pernah berubah dan tidak akan pernah berubah. Kita perlu kritis melihatnya. Tuduhan itu tergantung bagaimana konteksnya dan siapa yang berbicara," ujar Moeldoko dalam akun Istagram miliknya @dr.moeldoko, Selasa (30/3).
Menurut Moeldoko, dirinya yakin prajurit TNI tidak akan mudah diprovokasi, karena selama dirinya menjadi Panglima TNI selalu menanamkan kebajikan juga kesejahteraan dan profesionalisme.
"Tidak pernah saya membuat prajurit merintih. Karena itu menjadi Ketua Umum Partai Demokrat adalah hak pribadinya sebagai seorang warga sipil. Pilihan saya ini adalah hak politik saya sebagai seorang sipil," katanya.
Moeldoko juga menuturkan, ketika dirinya di militer tugasnya adalah mengawal stabilitas dan juga demokrasi. Ketika menjadi Panglima TNI juga punya tugas besar yang lakukan adalah menjaga stabilitas dan mengawal jalannya demokrasi yang dinamis.
"TNI bermain di ruang sempit, tetapi dengan seni kepemimpinan, situasi itu saya hadapi. Dan pada pemilu 2014 semuanya telah berjalan dengan baik," katanya.
"Saat ini, saya sebagai sipil, saya tetap konsisten dengan tugas tersebut. Yaitu tugas menjaga demokrasi yang telah melekat di hati saya. Mengalir dalam darah saya," tambahnya.
Baca Juga: Bom di Katedral Makassar, JK: Kita Tidak Toleransi Segala Bentuk Teror
Lebih lanjut, Moeldoko juga menambahkan, ada orang-orang yang berpolitik dengan cara-cara mencari perhatian dan membonceng kanan-kiri, mengorbankan jiwa nasionalismenya, jiwa Pancasila-nya. Padahal tidak ada yang menggubrisnya.
"Saya Moeldoko, tidak seperti itu. Saya tidak pernah mengemis untuk mendapat pangkat dan jabatan. Apalagi, menggadaikan yang selama ini saya perjuangkan," ungkapnya.
"Saya konsisten, saya rela mempertaruhkan leher saya untuk terus menegakkan Pancasila dan berkibarnya Merah Putih. Tetapi, jika ada yang berusaha merusak ke Indonesiaan kita. Saya akan berdiri memimpin untuk meruntuhkannya," pungkasnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
