Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 September 2018 | 22.07 WIB

Website Kampanye Hitam, Zulhas: Rakyat Sudah Bosan Menjelek-jelekkan

Website Skandalsandiaga.com menjadi perbincangan publik dianggap sebagai kampanye hitam. - Image

Website Skandalsandiaga.com menjadi perbincangan publik dianggap sebagai kampanye hitam.

JawaPos.com - Cawapres Sandiaga Uno diserang dengan kampanye hitam lewat viralnya website skandalsandiaga.com. Munculnya portal tersebut dianggap kampanye yang tidak friendly bagi Zulkifli Hasan.


Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu berharap kompetisi di Pilpres 2019 ini berlangsung secara bersahabat alias friendly dan tidak menghalalkan segala cara. Upaya itu terlihat dengan hadirnya website skandalsandiaga.com yang kini ramai jadi pembicaraan masyarakat luas.


"Saya berharap kompetisi ini friendly, catat ya. Jadi jangan menghalalkan segala cara," Ujar Zulhas saat di temui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (26/9).


Ketua MPR itu meminta semua pihak sudah melaksanakan kampanye dengan baik dengan mengedepanan nilai-nilai postif dan saling menghargai. Cara seperti itu akan membuat suasan Pilpres 2019 terasa menyejukkan. Contohnya saja ketika Asian Games 2018. Ketika itu Jokowi dan Prabowo Subianto berpelukan.


Hal itu seakan-akan membuat masyarakat Indonesia jadi damai dan tidak gaduh lagi. Tidak ada lagi sekat antara satu dengan satu lainnya. "Rakyat tuh suka waktu Pak Prabowo sama Pak Jokowi pelukan. Itu paling tinggi itu rankingnya. Semua orang suka. Jadi rakyat kita sudah bosan menjelek-jelekan saling mengejek, saling menghina, rakyat juga gak mau," jelas Zulhas.


Sementara itu, terkait munculnya website skandalsandiaga.com ini, Zulhas menganggap itu jelas bagian dari kampanye hitam. Dia menyerahkan kepada masyarakat untuk menilai ihwal siapa di balik pembuat website tersebut.


Diketahui, berdasarkan penelusuran JawaPos.com, website itu berisikan konten-konten negatif yang menyerang Sandi. Dari 13 konten yang ada saat ini, artikel pertama diunggah pada 22 September 2018. Tepat saat domain itu baru dibeli dan online.


Beradasar data Who Is, domain website itu habis pada 22 September 2019. Itu berarti, domain skandalsandiaga dibuat pada 22 September 2018. Sebab, umum diketahui bahwa usia berlangganan suatu domain adalah kelipatan satu tahun.


Kemunculan web itu bisa dikatakan dibuat oleh orang tidak bertanggung jawab. Sebab, pemilik website mengunci informasi lainnya melalui privacy protect. Sehingga, tidak bisa diketahui siapa yang memiliki domain itu.


Dalam web tersebut, Sandiaga dituding berselingkuh dengan perempuan berinisial MB. Tak hanya itu, dalam situs tersebut, di hadirkan juga foto-foto perempuan yang diisukan dekat dengan Sandiaga.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore