JawaPos Radar | Iklan Jitu

Kata Prabowo, Susi Pudjiastuti Akan Kena Reshuffle

22 September 2018, 15:56:53 WIB | Editor: Kuswandi
Prabowo Subianto
Ilustrasi: Prabowo-Sandiga Uno (Koko/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Pada Pilpres 2014 silam, Prabowo Subianto mengungkapkan adanya kebocoran Indonesia sebesar Rp 1.000 triliun. ‎Hal ini dia katakan berdasarkan dari data-data yang ia dapat.

Dalam pidato politiknya tersebut, Prabowo mengatakan dirinya sempat menjadi bahan olok-olok karena menyebut ada kebocoran negara sebesar Rp 1.000 triliun. Namun dia tidak peduli dengan ejekan tersebut.

"Waktu itu saya diejek, saya ditertawakan, tapi saya tidak gentar. Baru juga ditertawakan, belum ditembak oleh musuh," kata Prabowo dalam acara 'Ngobrol Bersama 300 Jenderal dan Para Intelektual' di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Sabtu (22/9).

Prabowo menambahkan, setelah waktu berjalan ternyata pemerintah melalui Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti juga mengatakan adanya kebocoran negara. Bahkan nilai kebocoran negara itu lebih besar yang ia sebut dahulu bukan Rp 1.000 triliun. Melainkan Rp 2.000 sampai Rp 3.000 triliun.

"Jadi ini Ibu Susi mungkin sebentar lagi kena reshuffle beliau ini," katanya.

Kebocoran itu, dikatakan sang mantan Danjen Kopassus, hanya dari sektor perikanan saja. Bukan dari yang lain. Bahkan Menteri Koordinator Bidang Perkonomian Darmin Nasution juga menyebut adanya kebocoran negara.

"Pak Darmin sendiri mengatakan ada ekonomi bocor karena devisa tidak kembali," ungkapnya.

Oleh sebab itu, pernyataannya dahulu pun terbukti benar adanya sebuah kebocoran negara. Bahkan pemerintah sendiri yang membenarkannya.

"Berarti benar kan aliran kekayaan negara lari ke luar. Jadi buku saya Paradoks Indonesia sudah dibenarkan pemerintah," pungkasnya.

(ce1/gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up