Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 Agustus 2020 | 01.52 WIB

PDIP Santai, Sudah Biasa Dikepung di Pemilihan Wali Kota Surabaya

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memberikan keterangan pers tentang Rakernas I PDI Perjuangan di Jakarta, Sabtu (21/12/2019). PDI Perjuangan akan menggelar Rakernas I sekaligus peringatan HUT ke-47 pada 10-12 Januari 2020 di Jakarta dengan mengangk - Image

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memberikan keterangan pers tentang Rakernas I PDI Perjuangan di Jakarta, Sabtu (21/12/2019). PDI Perjuangan akan menggelar Rakernas I sekaligus peringatan HUT ke-47 pada 10-12 Januari 2020 di Jakarta dengan mengangk

JawaPos.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) masih belum mengumumkan rekomendasi untuk pemilihan wali kota Surabaya. Padahal partai-partai lain sudah menjatuhkan pilihan ke Machfud Arifin.

Saat dikonfirmasi, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, partainya sudah biasa dikepung alias dikeroyok oleh partai politik lain dalam ajang pilwali kota Surabaya.

Menurut Hasto, selama 10 tahun di bawah kepemimpinan kadernya, Tri Rismaharini, Kota Surabaya mengalami banyak kemajuan. Padahal, kepungan politikus di DPRD Kota selalu terjadi. Sehingga jika saat ini partainya dikepung banyak pihak, menurutnya hal itu biasa saja.

"Sejak lima tahun lalu, kami sudah biasa menghadapi tekanan dan kepungan di kota Surabaya. Bahkan sejarah, mengapa ada calon tunggal, tidak terlepas dari lima tahun lalu di Surabaya," kata Hasto, usai pembukaan Sekolah Calon Kepala Daerah PDIP Gelombang I, Jumat (21/8).


"Saat itu seluruh partai mencoba menggagalkan pencalonan kedua Bu Risma dan Mas Wisnu. Kemudian ada proses di MK yang mengizinkan calon tunggal untuk berhadapan dengan kotak kosong," tambahnya.

Hasto berujar, justru karena biasa dikepung demikian tersebut. Maka PDIP akan mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk Pilwali Surabaya ini. Sehingga strategi bisa disiapkan dengan matang.

"Tentu saja, kami mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya," ungkapnya.

Selain itu, Hasto juga menyatakan pihaknya sedang melakukan finalisasi nama calon kepala daerah untuk Surabaya. Sehingga langkah yang dilakukan oleh PDIP terperinci secara baik untuk Pilwali Surabaya.

"Kota Surabaya barusan kami melalukan penajaman dengan mengundang dari Surabaya. Sebelumnya, kami sudah mengundang kader internal Surabaya untuk melalukan penajaman pemetaan politik di Surabaya," tuturnya.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan mengambil keputusan soal Surabaya, dan akan diumumkan bersamaan dengan Pilkada Bali.

Diketahui, DPC PDIP Kota Surabaya sudah melakukan rekomendasi enam nama calon kepala daerah ke DPP PDIP Pusat. Mereka adalah ‎Wakil Wali Kota Wishnu Sakti Buana, pengurus DPC Surabaya Dyah Katarina, kemudian Armuji, Anugrah Ariyadi, Ony Setiawan, dan Eddy Tarmidi.

Sementara bakal calon wali kota Surabaya Machfud Arifin sudah mengantongi delapan rekomendasi dari partai politik. Diantaranya adalah PKB, PKS, PPP, Partai Nasdem, Partai Golkar, Partai Demokrat, PAN dan Gerindra.

Hanya tinggal PDIP dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang belum menentukan sikapnya di Pilwali Kota Surabaya ini.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore