
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh saat diwawancarai awak media, Sabtu (1/9).
JawaPos.com - Fraksi Nasional demokrat (Nasdem) di DPR mengusulkan naik menjadi agar ambang batas parlemen atau parlementary treshold (PT) dinaikkan menjadi 7 persen.
"PT 7 persen itu tidak kebesaran, karena semangat demokrasinya dalam konteks mematangkan jalan demokrasi maka harus gaungkan rasionalisasi politik kepartaian," kata Wakil Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR RI Willy Aditya, Senin (9/3) di Jakarta.
Willy menuturkan, PT 7 persen itu cukup ideal sehingga politik Indonesia tidak terlalu cair dan dalam upaya menyederhanakan parpol di Indonesia.
Menurut dia, menaikkan PT menjadi 7 persen itu merupakan langkah alamiah menyederhanakan parpol agar terwujud kematangan demokrasi di Indonesia.
"Jadi prosesnya (penyederhanaan parpol) sudah sejak 1999, sudah beberapa kali Pemilu, proses itu yang harus dilihat agar demokrasi dewasa dan matang," ujarnya.
Willy tidak setuju apabila PT yang tinggi akan menggerus suara rakyat yang disampaikan dalam Pemilu karena prosesnya ada kerelaan untuk dipimpin dan memimpin.
Dia menyadari bahwa usulan partainya tersebut memiliki konsekuensi dan risiko namun kalau mau meningkatkan kualitas demokrasi maka peningkatan ambang batas parlemen menjadi langkah terbaik.
"Bahkan sejak awal Nasdem berdiri sudah mengusulkan PT sebesar 10 persen. Kami berpikirnya bukan untuk kepentingan golongan saja namun mematangkan demokrasi dan kepentingan lebih luas," katanya.
Selain itu, menurutnya ambang batas parpol atau gabungan partai mengusulkan calon presiden tidak perlu diubah yaitu tetap 20 persen. Hal itu menurut dia agar presiden terpilih memiliki modal politik yang kuat di parlemen.
Sebelumnya, dalam pertemuan antara Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh pada Senin (9/3), ada beberapa poin yang dibahas.
Salah satunya usulan Surya Paloh agar ambang batas parlemen menjadi 7 persen dan ambang batas pencalonan presiden-wakil presiden tetap 20 persen.
Dalam kaitan itu, Airlangga menegaskan, bahwa Golkar siap mendukung konsep yang disampaikan Paloh tersebut dan sepakat agar diberlakukan secara nasional.

Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
