Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 7 Oktober 2020 | 16.00 WIB

Demokrat Anggap Puan Maharani Telah Membunuh Suara Rakyat

Puan Maharani saat berfoto bersama usai pelantikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2019-2024 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/10/2019). Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com - Image

Puan Maharani saat berfoto bersama usai pelantikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2019-2024 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/10/2019). Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

JawaPos.com - Politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengaku kecewa dengan ulah Ketua DPR Puan Maharani. Pasalnya, politikus PDIP itu yang sengaja mematikan mikrofon legislastor Demokrat saat sedang melakukan interupsi penolakan pengesahan UU Omnibus Lawa Cipta Kerja.

"Saya sangat menyayangkan tindakan-tindakan tidak demokratis di ruang sidang DPR yamg mana di sana bersidang para wakil rakyat," ujar Ferdinand kepada wartawan, Rabu (7/10).

Menurut Ferdinand, Puan Maharani itu bukan wakil partai tapi perwakilan dari rakyat. Itulah yang tampaknya kurang dipahami oleh pimpinan dewan hingga mematikan mikrofon saat wakil rakyat meminta interupsi.

"Mematikan mikrofon itu kan sama saja artinya mematikan suara rakyat yang diwakili oleh anggota DPR terlepas dia dari partai apa karena dia disitu sebagai wakil rakyat bukan wakil partai," tegasnya.


Ferdinand berujar, dengan mematikan mikrofon tersebut sama saja menghilangkan suara rakyat tanpa adanya alasan yang jelas. Sehingga tidak sepatutnya suara rakyat dibungkam oleh Puan Maharani.

‎"Jadi kalau Puan mematikan mikrofon meski tidak memimpin sidang, itu artinya puan mematikan suara rakyat yang diwakili oleh Irwan dari Demokrat. Demokrasi semakin tidak sehat jika kekuasaan mengintimidasi demokrasi," ungkapnya.

Adapun momen dimatikannya mikrofon milik Irwan saat Fraksi Partai Demokrat terjadi pada Senin (5/10) kemarin. Saat itu Irwan memberikan interupsi terkait penolakannya Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja yang baru disahkan menjadi UU.

Di video tersebut tampak Wakil Ketua DPR Aziz Syamsuddin berbisik kepada koleganya Ketua DPR Puan Maharani. Namun tidak terdengar apa yang mereka ucapkan. Barulah mikrofon tersebut dimatian oleh Puan Maharani.

"Menghilangkan hak-hak rakyat kecil. Kalau mau dihargai tolong hargai," kata Irwan yang seraya Puan Maharani mematikan mikrofon tersebut.‎

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore