
antara
JawaPos.com - Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya menghormati sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tidak ingin merespons terkait surat yang disampaikan oleh Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). AHY memberikan surat kepada Presiden Jokowi lantaran diduga Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko ingin melakukan upaya kudeta terhadap kepemimpinan di partai berlogo bintang mercy ini.
"Meski dengan tidak adanya penjelasan Presiden Jokowi, tentu masih ada teka-teki yang tersimpan dalam pikiran masyarakat. Namun, kami tetap menghormati pilihan dan sikap Presiden Jokowi tersebut," ujar Riefky kepada wartawan, Jumat (5/2).
Riefky mengatakan berdasarkan kesaksian dari kader Partai Demokrat, bahwa Moeldoko berupaya melakukan kudeta dengan membawa nama Presiden Jokowi dan menteri-menteri lainnya. "Kami tetap berkeyakinan bahwa Presiden Jokowi maupun pejabat negara yang namanya disebut-sebut, benar-benar tidak mengetahui adanya pengambil alihan Partai Demokrat apalagi terlibat," katanya.
Riefky berujar Partai Demokrat tidak bermaksud melawan negara dengan meminta penjelasan dari Partai Demokrat mengenai manuver dari Moeldoko tersebut. Sehingga Demokrat menghargai sikap Presiden Jokowi yang tidak merespons surat dari AHY.
"Partai Demokrat tidak bermaksud melawan negara. Karena kami juga bagian dari negara. Kami akan tetap mencintai dan menghormati negara. Berkenaan dengan tidak dijawabnya surat Ketua Umum Partai Demokrat, AHY, tentu sepenuhnya menjadi hak kewenangan Presiden Jokowi," ungkapnya.
Seperti diketahui, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno mengaku sudah menerima langsung surat dari Ketua Umum Partai Demokrat, AHY.
"Kami sudah menerima surat dari Pak AHY yang ditujukan kepada Bapak Presiden, diantar langsung oleh Pak Sekjen Partai Demokrat. Kami sudah menerima surat itu," ujar Pratikno dalam keterangannya, Kamis (4/2).
Namun demikian Pratikno mengaku pihak Istana tidak bisa menjawab surat tersebut. Sebab itu adalah masalah Partai Demokrat. Sehingga Istana enggan untuk ikut campur.
"Kami rasa kami tidak perlu menjawab surat tersebut karena itu perihal dinamika internal partai, itu adalah perihal rumah tangga internal Partai Demokrat yang semuanya sudah diatur di dalam AD/ART," ungkapnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=b2-EcfPEOaQ
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022