Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 November 2020 | 03.05 WIB

Ibas: IKM Bisa Menjadi Salah Satu Tiang Penyangga Ekonomi

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Penutupan Bimbingan Teknis Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru Industri Kecil Menengah (IKM) di Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Ngawi dari Kementerian Perindustrian RI telah berlangsung di pada siang hari ini, 03 November 2020.

Dalam kesempatan tersebut, Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang biasa disapa Ibas, Anggota DPR Komisi VI sekaligus Wakil Dapil VII Jawa Timur, didapuk untuk memberikan kata sambutan. Akan tetapi, karena terhalang jarak dan adanya pandemi, sambutan Ibas disampaikan secara virtual.

Sebanyak 90 orang peserta dari 6 Usaha Kecil dan Menengah hadir dalam penutupan tersebut. Enam UKM dengan masing-masing perwakilan 15 orang yang hadir berasal dari dua daerah, yakni Kabupaten Ngawi dan Ponorogo. Tiga IKM (Industri Kecil dan Menengah) dari Ngawi, antara lain IKM Furniture, IKM Pengelasan, dan IKM Perbengkelan Roda Dua. Lalu, Tiga IKM asal Ponorogo, antara lain IKM Kerajinan Kulit, IKM Pakaian Jadi, dan IKM Makanan Ringan.


Dalam sambutanya, Ibas yang merupakan ketua Fraksi Demokrat DPR itu menyampaikan, keyakinannya bahwa IKM merupakan penyangga perekonomian, sekalipun IKM merupakan usaha kecil.

“Saya yakin bahwa pelaku IKM inilah yang (hingga saat ini) menjadi penyangga perekonomian negara. Bukan soal kecilnya skala usaha, tapi jika dijumlah secara keseluruhan bisa mencapai jutaan unit usaha/industri tersebar di seluruh pelosok Nusantara. Usaha inilah yang bisa membuat ekonomi negara stabil," ujar Ibas dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, Rabu (4/11).

Ibas berharap, tidak adala lagi masyarakat yang menutup usahanya akibat pandemi. Kondisi UMKM yang tidak menentu layaknya istilah Hidup Segan, Mati Tak Mau tentu merupakan hal sulit, terutama di daerah yang memberlakukan PSBB. Proses jual beli pasti jadi lebih sulit dan sedikit, daya beli masyarakat lesu, omzet menurun, belum lagi perihal utang yang menumpuk.

Terkait hal ini, Ibas menyampaikan bahwa dirinya memahami kesulitan yang ada. Namun, langkah yang diambil pemerintah bukanlah perkara mudah, perlu ada yang dikorbankan meski terkesan seperti halnya makan buah simalakama, kepentingan ekonomi atau keselamatan warga yang utama.

“Namun ingat, kesehatan dan keselamatan warga adalah tetap yang paling utama. Kalau sehat dan selamat, kan nanti kita juga bisa berdagang lagi dan setelah itu baru kita sama-sama ayo bangkitkan lagi ekonomi bangsa melalui IKM dan UMKM," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ibas menyampaikan harapannya kepada pemerintah, khususnya Kementerian, untuk terus menjaga IKM dan turut memberikan bantuan sebanyak-banyaknya. Bantuan ini diharapkan bisa membuat para pelaku usaha bertahan, berkarya dan tetap menghasilkan. Bantuan yang diharapkannya dapat berupa hibah tunai, potongan harga pembelian mesin, serta bantuan restrukturisasi mesin atau peralatan.

“Saya berharap teman-teman IKM untuk mampu beradaptasi dalam upaya tingkatkan efisiensi, efektivitas, inovasi, dan kreativitas agar usaha tetap jalan," ujarnya.

Ibas berharap, dengan berakhirnya Bantuan Bimbingan Teknis WUR IKM ini, para usaha bisa menjadi usaha yang andal dan bisa membuka lapangan kerja sebesar-besarnya.

"Mugi Mugi wonten manfaat-ipun. Tentun-ipun kasarengan doa lan ihtiar, sedoyo usaha ugi pakaryan kang datan kendat saget ngasi-laken lan barokah... Amiiin.. Ya Rabb,” harapnya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore