Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 September 2020 | 01.10 WIB

Soal Surat Rekom Hoax untuk Puti Guntur, Megawati: Tega Banget

Ketua Umum PDI-P Megawawati Soekarno Putri - Image

Ketua Umum PDI-P Megawawati Soekarno Putri

JawaPos.com - Sebelum surat rekomendasi Eri Cahyadi dan Armuji keluar, beredar salinan surat keputusan (SK) rekomendasi calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang menunjuk Puti Guntur Soekarno dan Lilik Arijanto.

Ketua Umum PDIP Megawati pun mengomentari soal beredarnya surat rekomendasi palsu itu. Karena di dalamnya ada tanda tangan dirinya dan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto.

Megawati Soekarnoputri mengaku aneh dengan Pilwali Surabaya ini. Sebab sampai ada yang nekat memalsukan tanda tangan dirinya dan Sekjen PDIP Hasto. Sebagai ketua umum, dirinya bertanggung jawab penuh atas keputusan itu.

"Karena saya sebagai ketum nanti akan mempertanggungjawabkan ke kongres partai, itu namanya jalan organisasi," kata Megawati secara daring, Selasa (2/9).

Tapi Megawati juga menyampaikan rasa herannya karena begitu banyak yang mencoba mempengaruhi keputusan partai atas Pilwalkot Surabaya.


"Sampai tanda tangan saya saja kemarin di Surabaya itu dipalsukan. Kan heboh itu, viral. Sebab yang dicalonkan Mbak Puti, itu keponakan saya, putrinya Pak Guntur. Tega-teganya coba," kata Megawati.

"Tapi saya bilang sama Hasto (Sekjen DPP PDIP, red). Tuh To, yang namanya rekom saya itu, kan namanya suruh bayar saja enggak bisa dibeli, sampai dipalsu-palsu," tambah Megawati.

Bagi Megawati, sikap tegasnya itu merupakan bagian dari sikap maupun tindakan dirinya menjaga keutuhan partai serta kader PDIP seluruh Indonesia.

"Begitu kuatnya saya untuk melindungi kalian lho. Rekomendasi itu nanti, yang asli itu ada barcodenya. Yang tak ada barcode, tak ada yang tahu. Artinya sulit sekali dipalsukan. Jadi sampai seperti itu lho. Sebab yang tahu (keputusan Surabaya, red) hanya saya, terus Mas Prananda (Ketua DPP PDIP bidang ekonomi kreatif, red). Sudah, titik," tegasnya.

Megawati lalu membuka sedikit dinamika soal rekomendasi di partainya. Menurutnya, karena ingin dicalonkan PDIP di pilkada, sampai ada pihak yang mencoba mendatangi dirinya. Bahkan ada yang meminta secara pribadi.

"Tapi saya selalu teguh, Alhamdulillah. Saya bilang tegas bilang tidak. Karena mekanisme keputusannya itu ada. Jadi jangan deh, karena yang akan jadi tarung adalah ini (Ery-Armuji, red). Karena nanti seluruh kekuatan kita akan saya turunkan. Yang struktur partai, anggota DPR, DPRD, yang dari dapil situ, semua harus turun memberitahukan kepada rakyat, seperti apa sebenarnya PDIP," ungkapnya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore