Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 22 Oktober 2020 | 20.10 WIB

Survei: 76 Persen Guru Masih Khawatir Pembelajaran Tatap Muka

SEKOLAH LAGI: Beberapa siswa SMAN 1 Blitar mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka hari pertama, Selasa (18/8). (FIMA PURWANTI/JAWA POS RADAR BLITAR) - Image

SEKOLAH LAGI: Beberapa siswa SMAN 1 Blitar mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka hari pertama, Selasa (18/8). (FIMA PURWANTI/JAWA POS RADAR BLITAR)

JawaPos.com - Pembelajaran tatap muka mulai diizinkan meski Indonesia masih menghadapi penularan Covid-19. Berdasarkan survei yang dilakukan Wahana Visi Indonesia (WVI) terhadap para guru dan tenaga kependidikan, ternyata lebih dari 76 persen menyatakan masih khawatir dengan pembelajaran tatap muka.

"Temuan utama 76 persen responden guru menyatakan bahwa sekolah kurang aman atau tidak bisa diprediski dan 24 persen beropini akan aman dan kecil kemungkiann penyebaran virus," ujar Education Team Leader WVI Mega Indrawati  dalam webinar Suara Guru di Masa Pandemi Covid-19, Kamis (22/10).

76 persen yang terdiri dari guru pendidikan khusus/inklusi lebih cenderung khawatir dibandingkan guru satuan pendidikan umum. Kekhawatirannya adalah tingkat kerentanan penyebaran virus pada peserta didik, baik guru yang menulari siswa atau guru yang tertular dari siswa atau juga keluarga yang tertular.

"Juga kekhawatiran tentang belajar mengajar yang tidak nyaman dan kurang efektif," pungkasnya.

Survei ini dilakukan pada 27.046 orang. Responden sendiri di ambil dari wilayah non 3T (terdepan, terluar, tertinggal) sebesar 95 persen. Sedangkan di wilayah 3T berjumlah 5 persen. Kemudian dengan tingkat daerah risiko tinggi Covid-19 sebesar 52 persen dan rendah Covid 48 persen.

Sedangkan, para guru-guru yang berada di kawasan 3T juga menyatakan setuju apabila sekolah dibuka. "Temuan menarik guru-guru di 3T bilang cenderung akan aman," tambahnya.

Mereka mengatakan aman dikarenakan tingkat virus yang bertransmisi di daerahnya begitu kecil. Maka dari itu, mereka meyakini kondisi belajar tatap muka akan aman dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

"Ini disebabkan karena tingkat kasus covid lebiih sedikit dibandingkan daerah non 3T," ucapnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=5oNfmSi-1vw&ab_channel=JawaPos

 

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore