alexametrics

SMA-SMK di Jatim Uji Coba Masuk Sekolah 18–31 Agustus

Khusus Zona Kuning dan Oranye
11 Agustus 2020, 13:21:26 WIB

JawaPos.com – Para siswa SMA dan SMK di Jawa Timur harus siap-siap kembali masuk sekolah. Terutama yang sekolahnya berada di zona kuning dan oranye. Pemprov Jatim akan mengadakan uji coba pembelajaran tatap muka mulai 18 hingga 31 Agustus.

Rencana itu tertuang dalam Surat Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa Nomor 420/11350/101.1/2020 yang ditujukan kepada para kepala daerah di Jatim. Ada enam poin yang disampaikan.

Intinya, pembelajaran tatap muka dilaksanakan dengan ketentuan protokol kesehatan. ’’Ini untuk menjaga marwah pendidikan agar tetap positif dan tidak memicu munculnya kasus baru,’’ ucap Khofifah.

Uji coba yang berlangsung dua pekan itu akan dipantau dari waktu ke waktu. Pada akhir Agustus, pemprov akan mengevaluasinya. ’’Dari hasil evaluasi itu, kami akan menentukan kebijakan selanjutnya,’’ ucapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Wahid Wahyudi menegaskan, uji coba pembelajaran tatap muka hanya diperuntukkan zona kuning dan oranye. Di setiap daerah hanya ada tiga sekolah yang mengikuti uji coba. Yakni, SMA, SMK, dan sekolah luar biasa (SLB). ’’Sekolah yang ditunjuk harus tetap berkoordinasi dengan satgas Covid-19 setempat,’’ katanya.

Ada beberapa ketentuan yang harus dilakukan sekolah. Di antaranya, sekolah harus memastikan semua ruangan steril. Sekolah wajib menyemprotkan disinfektan ke semua ruangan.

Sekolah juga wajib menyediakan tempat cuci tangan dan thermo gun.

Pelaksanaan pembelajaran juga diatur. Dalam kondisi normal, satu kelas biasanya diisi 36 siswa. Saat uji coba nanti, sekolah di zona oranye hanya boleh diisi 25 persen dari jumlah siswa. ’’Artinya, hanya 9 siswa,’’ jelas Wahid. Siswa yang tidak ikut pembelajaran tatap muka diminta mengikuti dari rumah. Karena itu, Wahid meminta sekolah tetap menyiapkan metode pembelajaran jarak jauh. Untuk sekolah di zona kuning, kapasitas kelas hanya 50 persen. Artinya, ada 18 siswa yang boleh mengikuti pembelajaran tatap muka.

Selama kegiatan belajar-mengajar, guru hanya diam di tempat. Tidak boleh berkeliling. Itu dilakukan untuk menjaga jarak antara guru dan siswa. Wahid juga berharap sekolah menyiapkan perangkat kaca atau mika di setiap meja siswa. ’’Dengan begitu, standar protokol kesehatan lebih terjamin,’’ imbuh dia.

Untuk menyiapkan program tersebut, pemerintah menggelar rapid test kepada guru sekolah.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : riq/lyn/mia/ayu/c10/c19/c7/oni

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads