Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 Oktober 2021 | 18.47 WIB

Biaya Pendidikan Mahal, Dikhawatirkan Dokter Hanya Berorientasi Profit

Ilustrasi konsultasi dokter tanpa tatap muka - Image

Ilustrasi konsultasi dokter tanpa tatap muka

JawaPos.com - Pakar Biomolekuler Universitas Sriwijaya (Unsri), Prof Yuwono mengkritisi biaya pendidikan dokter sangat mahal. Hal ini dikhawatirkan membuat para lulusan fakultas kedokteran bekerja dengan maksud mengembalikan modal pendidikan yang diinvestasikan.

Artinya, dokter di masa depan memiliki orientasi untuk bekerja mencari uang saja. Bukan lagi berdasarkan kepentingan untuk menyelamatkan masyarakat, melainkan demi menghasilkan cuan.

Profesor Ilmu Kedokteran Unsri ini menyebutkan, jika benar terjadi seperti itu, tentunya ini menyimpang dari kewajiban dokter kepada pasien yang wajib bersikap tulus ikhlas dan mempergunakan seluruh keilmuan dan ketrampilannya untuk kepentingan pasien.

Adapun, hal ini ia sampaikan melalui akun media sosialnya @profyuwono. Dalam tulisannya dia sedikit membagikan pengetahuannya dengan awalan Ongkos Jadi Dokter.

Sebagai pengantar, dia mengatakan bahwa pekerjaan sebagai dokter relatif hanya bisa didapatkan oleh orang yang memiliki uang. Sebab, diketahui bahwa biaya yang harus dikeluarkan orang tua sangat besar.

"Relatif hanya orang kaya yang mampu sekolah dokter. Investasi mendidik seorang untuk jadi dokter memang tidak murah," ujar dia dalam akunnya dikutip JawaPos.com, Selasa (5/10).

Diketahui untuk di Unsri sendiri, pihak universitas menetapkan Biaya Operasional Pendidikan (BOP) sebesar Rp 200 juta ketika masuk. Lalu, biaya preklinik Rp 30 juta per semester dan biaya klinik Rp 45 juta per semester.

"Saya khawatir, setelah jadi dokter, mereka berlomba cari duit utk mengembalikan investasi yang hampir 750 juta (12 semester)," tuturnya.

Diharapkan pemerintah dapat memberikan keringanan biaya bagi anak muda Indonesia yang bercita-cita sebagai dokter. Sehingga tidak ada talenta muda yang sia-sia.

"Moga pemerintah bisa membiayai ini 50 persen-100 persen, hingga anak-anak yang cerdas bertalenta, namun miskin, bisa menjadi dokter yang berakhlak, cerdas dan gemar menolong," pungkas dia.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore