Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 14 September 2018 | 00.59 WIB

Elektabilitas Golkar Jeblok, Begini Wejangan Akbar Tandjung

Hasil survei LSI mencatat PDIP berpotensi menang pemilu dua kali berturut turut,sedangkan Gerindra untuk pertama kali bisa menyalip Golkar di posisi runner up. - Image

Hasil survei LSI mencatat PDIP berpotensi menang pemilu dua kali berturut turut,sedangkan Gerindra untuk pertama kali bisa menyalip Golkar di posisi runner up.

JawaPos.com - Partai Golkar terancam ditinggalkan pemilih di Pemilu 2019. Banyaknya kader partai yang tersangkut kasus korupsi ditengarai menjadi salah satu penyebabnya.


Sebut saja, mantan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto yang menjadi terpidana kasus korupsi proyek kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP). Kemudian mantan Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham dan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih, yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi suap proyek PLTU Riau-1.


Melihat situasi tersebut, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Akbar Tandjung memberikan wejangan kepada kader partai. Dia meminta para calon anggota legislatif (caleg) untuk bekerja keras meyakinkan publik di Pileg 2019.


"Kami menekankan kepada para caleg agar mereka betul-betul meyakinkan publik, meyakinkan rakyat bahwa Golkar akan berbuat lebih baik. Akan jauh lebih baik di masa-masa yang akan datang," ujar Akbar di Jakarta Selatan, Kamis (13/9).


Lebih lanjut mantan Ketua DPR RI itu pun meminta agar partai tak segan-segan memberikan sanksi berat bagi kadernya yang bandel. Hal ini dilakukan supaya tidak ada lagi anggota yang diringkus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


"Kami bertekad, kami tidak akan mengulangi kembali peristiwa-peristiwa (korupsi) seperti itu. Kalau misalnya terjadi lagi peristiwa seperti itu, saya berpendapat, seharusnya Golkar tidak ragu-ragu untuk memberikan sanksi," tegasnya.


Cara-cara seperti itu, lanjut Akbar, diyakini bisa mengembalikan citra partai agar dipilih oleh masyarakat. Dia pun berharap, cita-cita Golkar sebagai partai kuat, bersih, dan berwibawa bisa terealisasi.


"Hanya dengan cara itu, kami bisa membuktikan bahwa kami memang betul-betul ingin menjadikan partai ini partai yang bersih, partai yang kuat, partai yang berwibawa. Partai yang juga diapresiasi oleh rakyat, sehingga rakyat juga akan memilih," jelasnya.


Sementara itu, terkait merosotnya elektabilitas partai akhir-akhir ini, Akbar mengakui hal itu pun menjadi kekhawatiran tersendiri. Maka dari itu, katanya, partai harus bekerja ekstra keras agar bisa tetap menjadi partai utama di kancah politik tanah air.


"Memang melihat beberapa survei terakhir ini tentu agak mengkhawatirkan kami. Tapi kalau kami kerja keras, turun ke bawah, meyakinkan publik, insya Allah kenaikan suara bisa kami tambahi," pungkas Akbar.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore