
Hasil survei LSI mencatat PDIP berpotensi menang pemilu dua kali berturut turut,sedangkan Gerindra untuk pertama kali bisa menyalip Golkar di posisi runner up.
JawaPos.com - Partai Golkar terancam ditinggalkan pemilih di Pemilu 2019. Banyaknya kader partai yang tersangkut kasus korupsi ditengarai menjadi salah satu penyebabnya.
Sebut saja, mantan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto yang menjadi terpidana kasus korupsi proyek kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP). Kemudian mantan Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham dan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih, yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi suap proyek PLTU Riau-1.
Melihat situasi tersebut, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Akbar Tandjung memberikan wejangan kepada kader partai. Dia meminta para calon anggota legislatif (caleg) untuk bekerja keras meyakinkan publik di Pileg 2019.
"Kami menekankan kepada para caleg agar mereka betul-betul meyakinkan publik, meyakinkan rakyat bahwa Golkar akan berbuat lebih baik. Akan jauh lebih baik di masa-masa yang akan datang," ujar Akbar di Jakarta Selatan, Kamis (13/9).
Lebih lanjut mantan Ketua DPR RI itu pun meminta agar partai tak segan-segan memberikan sanksi berat bagi kadernya yang bandel. Hal ini dilakukan supaya tidak ada lagi anggota yang diringkus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Kami bertekad, kami tidak akan mengulangi kembali peristiwa-peristiwa (korupsi) seperti itu. Kalau misalnya terjadi lagi peristiwa seperti itu, saya berpendapat, seharusnya Golkar tidak ragu-ragu untuk memberikan sanksi," tegasnya.
Cara-cara seperti itu, lanjut Akbar, diyakini bisa mengembalikan citra partai agar dipilih oleh masyarakat. Dia pun berharap, cita-cita Golkar sebagai partai kuat, bersih, dan berwibawa bisa terealisasi.
"Hanya dengan cara itu, kami bisa membuktikan bahwa kami memang betul-betul ingin menjadikan partai ini partai yang bersih, partai yang kuat, partai yang berwibawa. Partai yang juga diapresiasi oleh rakyat, sehingga rakyat juga akan memilih," jelasnya.
Sementara itu, terkait merosotnya elektabilitas partai akhir-akhir ini, Akbar mengakui hal itu pun menjadi kekhawatiran tersendiri. Maka dari itu, katanya, partai harus bekerja ekstra keras agar bisa tetap menjadi partai utama di kancah politik tanah air.
"Memang melihat beberapa survei terakhir ini tentu agak mengkhawatirkan kami. Tapi kalau kami kerja keras, turun ke bawah, meyakinkan publik, insya Allah kenaikan suara bisa kami tambahi," pungkas Akbar.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
