Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 Juli 2018 | 00.30 WIB

Kata Elite Golkar, #2019GantiPresiden Nggak Laku, Kecuali di Jabar

Pilgub Jabar 2018 diikuti oleh empat pasangan calon, yakni (1) RK-Uu, (2) Tb Hasanuddin-Anton Charliyan, (3) Sudrajat-Syaikhu, (4) Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi. - Image

Pilgub Jabar 2018 diikuti oleh empat pasangan calon, yakni (1) RK-Uu, (2) Tb Hasanuddin-Anton Charliyan, (3) Sudrajat-Syaikhu, (4) Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi.

JawaPos.com - Gerakan tagar 2019 Ganti Presiden, #2019GantiPresiden, dinilai memiliki imbas besar pada perhelatan Pilkada Serentak 2018. Hal ini langsung ditanggapi oleh lingkaran parpol pendukung Jokowi.


Salah satunya Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadizly. Dia mengatakan, saat ini gerakan 2019 Ganti Presiden dinilainya hanya berlaku di level daerah saja. Khususnya dalam perhelatan pilkada Jawa Barat 2018.


"Tagar 2019 Ganti Presiden itu kan hanya didengungkan di Jabar," kata Ace di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (4/7).


Ace meyakini, efek dari #2019GantiPresiden tak akan berimbas pada daerah-daerah lain. Meski demikian, ia mengakui suara Jabar cukup besar di Pilpres 2019.


"Namun saya tidak begitu khawatir dengan hal (#2019GantiPresiden) tersebut," pungkasnya.


Sebelumnya, calon Wakil Gubernur Jawa Barat Nomor urut 4, Dedi Mulyadi, mengaku heran lantaran pasangan yang tidak pernah diperhitungkan bisa meraup suara signifikan dengan bermodal satu isu. Ia menyebut, isu itu tidak lain adalah #2019GantiPresiden.


Menurut Dedi, sebelum pencoblosan Pilgub Jabar 2018 dimulai, elektabilitas pasangan nomor urut 3 Sudrajat-Syaikhu dinilainya masih berada di bawah paslon lain, termasuk dirinya. Bahkan, ia meyakini lumbung-lumbung suara pemenangannya masih solid jelang hari pencoblosan.


"Sebelum pemilihan kami sudah paham betul elektabilitas kami berapa, daerah mana saja yang menang," kata Dedi di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin (2/6).


Namun, kata Dedi, yang terjadi justru di luar perkiraan. Tingkat keterpilihan pasangan Sudrajat-Syaikhu melesat mendekati hari pemilihan, di luar prediksi survei.


"Jangankan seminggu. Satu bulan saja tidak mungkin (perubahan elektabilitas). Selama perjalanan politik saya, baru mengalami peristiwa politik seperti sekarang," ucap Dedi.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore