
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (13/5)/(Bakom RI).
JawaPos.com – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap dijalankan meskipun belakangan mendapat penolakan dari sejumlah kalangan. Menurutnya, MBG merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang lahir dari komitmen politik saat kampanye Pemilu 2024.
Qodari menjelaskan, program tersebut dirancang sebagai upaya mempercepat penanganan stunting dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia. Program tersebut juga menjadi bagian dari visi dan janji politik yang ditawarkan kepada pemilih.
“Bahwa yang namanya MBG nggak bisa Anda (mahasiswa) minta langsung berhenti. Prabowo dipilih karena program kerja yang dilaksanakan, nggak bisa diberhentikan,” kata Qodari, Rabu (17/6).
Baca Juga:Volkswagen ID. Buzz Hadirkan SmartDeck, Fitur Multifungsi yang Cocok untuk Road Trip Keluarga
Ia juga menanggapi gelombang demonstrasi mahasiswa yang terjadi di berbagai daerah dalam beberapa waktu terakhir. Menurut Qodari, kritik terhadap MBG perlu dibedakan antara keberatan yang bersifat politik dan yang bersifat teknokratis.
Dalam aspek politik, kata dia, tidak ada ruang untuk menghentikan program yang telah menjadi bagian dari mandat rakyat kepada Presiden Prabowo. Sebaliknya, jika kritik berkaitan dengan pelaksanaan teknis di lapangan, pemerintah terbuka untuk melakukan evaluasi dan perbaikan.
“Salah besar kalau justru menuntut Pak Prabowo untuk menghentikan program itu. Karena itu justru janji kampanyenya. Anda sama dengan mengatakan Pak Prabowo jangan memenuhi janji kampanye,” ujar Qodari.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kemenangan Prabowo dalam Pemilu 2024 didukung oleh jutaan pemilih yang juga memberikan persetujuan terhadap visi, misi, dan program-program yang ditawarkan selama masa kampanye.
Karena itu, MBG harus dipahami sebagai bagian dari agenda yang memperoleh legitimasi politik dari masyarakat. Meski demikian, pemerintah tetap membuka ruang bagi masukan yang bertujuan menyempurnakan pelaksanaannya.
“Nah, kalau ketidaksetujuan Anda (mahasiswa) itu bersifat kategorikal, bersifat tenokratis, ya kita perbaiki mana yang kurang-kurang,” pungkasnya.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
