Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 Juni 2026 | 01.51 WIB

Prabowo Ingin Perluas Tenaga Kerja Indonesia ke Jerman di Sektor Industri Teknologi

Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier sepakat memperkuat hubungan ekonomi kedua negara melalui peningkatan perdagangan dan investasi yang saling menguntungkan. (Bakom RI) - Image

Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier sepakat memperkuat hubungan ekonomi kedua negara melalui peningkatan perdagangan dan investasi yang saling menguntungkan. (Bakom RI)

JawaPos.com - Presiden RI Prabowo Subianto ingin memperkuat kemitraan dengan Jerman di sektor ketenagakerjaan demi memperluas peluang kerja bagi warga negara Indonesia (WNI). Prabowo ingin WNI yang bekerja di Jerman juga bisa mengisi industri teknologi tinggi.

“Indonesia juga ingin memperluas peluang kerja bagi tenaga kerja Indonesia di Jerman termasuk di sektor teknologi tingkat tinggi,” kata Prabowo usai menerima kunjungan kenegaraan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (15/6).

Sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Uni Eropa, Jerman dikenal sebagai salah satu pemimpin global dalam bidang inovasi, riset, dan teknologi tinggi. Karena itu, kerja sama ketenagakerjaan antar kedua negara berpotensi besar untuk mendukung pengembangan kapasitas sumber daya manusia Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Prabowo juga menyambut baik penandatanganan Letter of Intent mengenai Global Skills Partnership di bidang keperawatan antara Indonesia dan Jerman. Program ini menyediakan jalur yang resmi, etis, dan terstruktur bagi perawat Indonesia untuk bekerja maupun mengikuti program magang di fasilitas kesehatan di Jerman.

Selain sektor ketenagakerjaan, kedua negara juga terus memperkuat kerja sama ekonomi. Salah satunya melalui program Partnering in Business with Germany yang ditujukan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia untuk meningkatkan kapasitas manajerial serta memperluas akses ke rantai pasok global dan pasar Eropa.

Prabowo pun berharap Jerman dapat terus mendorong penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), yakni perjanjian kemitraan ekonomi strategis antara Indonesia dan Uni Eropa yang bertujuan meningkatkan akses pasar, mengurangi hambatan perdagangan, serta memperkuat kerja sama investasi.

“Saya menekankan pentingnya hubungan Indonesia dan Eropa dan kami berharap perjanjian Indonesia European Union CEPA bisa mencapai kesimpulan substantif. Kami berharap Jerman akan terus memainkan peran aktif dalam proses finalisasi perjanjian internal di Eropa. Sehingga dapat segera memberi manfaat konkret bagi dunia usaha di kedua negara,” ucapnya.

Sementara itu, Presiden Steinmeier menyampaikan dukungan penuh Jerman terhadap penyelesaian perjanjian IEU-CEPA yang telah dirundingkan selama bertahun-tahun.

“Kami harap perjanjian Indonesia-Eropa CEPA itu yang perundingan terselesaikan sesudah waktu yang lama, akhirnya juga ditandatangani. Dan dengan itu sampai 60% atau 90% dari bea cukai ditiadakan. Dan kami juga di Jerman merasa tetap bertanggung jawab untuk segera meratifikasikan perjanjian ini. Dan perjanjian ini mengandung potensi yang sangat besar,” kata Steinmeier.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore