
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati
JawaPos.com - Kepala BMKG Dwikorita Karnawati membantah kritikan politikus PDIP Putra Nababan soal peringatan dini tsunami. Menurut Dwikorita, tsunami yang terjadi pada Sabtu malam (22/12) lebih pada akibat dari gempa vulkanik.
Mantan rektor UGM itu mengklaim, BMKG telah berupaya maksimal dalam mengeluarkan peringatan dini tsunami. Hanya saja, yang terjadi pada Sabtu malam (22/12) tidak terdeteksi karena tsunami dipicu oleh erupsi dan gempa vulkanik dari Gunung Anak Krakatau.
"Selama ini peringatan dini kami berikan dari 3-5 menit. Di negara lain itu sampai 15 menit. Di Jepang itu 3 menit, kita bahkan pernah 2 menit 40 detik. Selama ini peringatan dini itu disampaikan," ujar Dwi saat ditemui di kantornya, Senin (24/12).
"Kami tetap dengan meningkatkan teknologi tapi upaya untuk 3 menit saja. Meskipun bisa sampai 5 menit saat ini kami 3 menit juga bisa jadi," tambahnya.
Dwikorita merasa memiliki kedekatan dengan tim penanganan bencana dari PDIP. Bahkan, BMKG lahir atas kebijakan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Untuk itu, pernyataan Putra Nababan perlu diklarifikasi.
Terkait informasi bencana, Dwi memastikan seluruh pihak dapat mengaksesnya. BMKG juga rutin berkomunikasi dengan pihak DPR lintas partai.
"Kami selalu mengirimkan juga informasi itu ke beberapa pihak yang ada di DPR. Artinya kan ke semua pihak, tidak mengenal itu partai atau tidak itu kami infokan," pungkasnya.
Sebelumnya, politikus PDIP Putra Nababan mengatakan bahwa Megawati Soekarnoputri telah berulang kali memberikan peringatan akan potensi letusan anak Gunung Krakatau yang bisa berdampak tsunami.
"Ibu Megawati sudah dua kali mengingatkan pentingnya peringatan dini tsunami yang bukan hanya untuk mengantisipasi dampak gempa tektonik namun juga akibat letusan vulkanik," kata Putra di Jakarta, kemarin.
Mantan jurnalis itu mengatakan, minimnya langkah antisipasi dari pihak berwenang yang menjadi penyebab banyaknya jumlah korban akibat bencana.
Bahkan, mantan penyiar berita itu juga menyoroti kinerja dan kemampuan BMKG. Sebab tidak semua alat pendeteksi dini gempa dan tsunami berfungsi. Tidak hanya itu, ada juga kerusakan sensor yang disebabkan erupsi sebelumnya. Seharusnya alat-alat itu langsung diperbaiki.
Lebih lanjut Putra menuturkan, perhatian Megawati terhadap pentingnya mengantisipasi bencana secara dini seperti yang dilakukan negara Jepang dengan sistem dan peralatan yang canggih adalah bentuk keprihatinan terhadap berbagai bencana di Indonesia yang kerap memakan banyak korban.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
