Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 9 Mei 2018 | 21.30 WIB

BPPT: Mau Jadi Negara Industri, Harus Punya Inovasi

Penandatangan Komitmen Bersama Mendukung Riset dan Inovasi Nasional, Kepala BPPT, Presiden ketiga Indonesia, B.J Habibie dan Presiden kelima Indonesia, Megawati Soekarnoputri di Auditorium BPPT, Rabu (9/5). - Image

Penandatangan Komitmen Bersama Mendukung Riset dan Inovasi Nasional, Kepala BPPT, Presiden ketiga Indonesia, B.J Habibie dan Presiden kelima Indonesia, Megawati Soekarnoputri di Auditorium BPPT, Rabu (9/5).

JawaPos.com - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyelenggarakan dialog nasional bertajuk ‘Mendukung Indonesia Menjadi Negara Industri Berbasis Riset dan Inovasi Nasional’, di Jakarta, pada Rabu (9/5).


Dalam pidato kuncinya Kepala BPPT Unggul Priyanto menyampaikan, sebuah bangsa bisa mandiri dan sejahtera jika menguasai inovasi dan teknologi. Dia menambahkan jika mengandalkan riset dasar akan lama prosesnya menjadi negara industri.


"Inovasi dapat dicapai melalui tiga cara. Pertama, inovasi melalui riset. Kedua, inovasi melalui design engineering. Ketiga, inovasi melalui reverse engineering," ujar Unggul di Auditorium BPPT, Jakarta, Rabu (9/5).


Dirinya melihat perekonomian lndonesia ada pada level ekonomi berbasis peningkatan efisiensi. Hal ini perlu terus didorong untuk mencapai tingkatan ekonomi berbasis inovasi dan kecanggihan. Dengan begitu upaya efisiensi mampu mengejar ketertinggalan dan menciptakan lompatan.


Dalam mendukung kebijakan diperlukan optimalisasi peran lembaga penelitian, seperti Lembaga llmu Pengetahuan Indonesia (LlPl) yang lebih mengutamakan pada riset-riset dasar. Sedangkan BPPT lebih mengutamakan kegiatan di hilir.


Menurutnya, riset dan inovasi harus dikerjakan secara konsisten. Selain itu, lembaga riset perlu dilibatkan dan dipercaya dalam memberi rekomendasi, terhadap keputusan maupun kebijakan terkait kemajuan industri lokal.


"Melalui dialog ini kami harapkan tercipta solusi yang fokus dan komprehensif tentang peningkatan kontribusi dan peran Iembaga Litbang Kaji Terap untuk mendorong pembangunan industri nasional mandiri dan berdaya saing,” ucapnya.


Dalam agenda ini, Presiden ke-3 RI B.J Habibie dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri juga memberikan sambutannya. Mereka menekankan, upaya memajukan riset dan teknologi harus didukung maksimal.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore