alexametrics

Usai FPI Dilarang Beraktivitas, Kini Penahanan Rizieq Diperpanjang

30 Desember 2020, 21:52:54 WIB

JawaPos.com – Usai aktivitas Front Pembela Islam (FPI) dilarang, kini Habib Rizieq Shihab dipastikan akan mendekam di Rutan Polda Metro Jaya lebih lama lagi. Pasalnya, penyidik Polda Metro Jaya memperpanjang masa penahanan Rizieq sampai dengan 40 hari ke depan.

Penahanan terhadap HRS itu dilakukan karena proses pemeriksaan penyidik masih belum tuntas. Hal itu disampaikan Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono, di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (30/12).

“Sesuai Pasal 24 KUHP dan untuk kepentingan pemeriksaan yang belum selesai, maka masa penahanan MRS diperpanjang 40 hari,” ungkap Argo seperti dikutip PojokSatu (Jawa Pos Group).

Baca juga: Telusuri Aliran Dana FPI, Alasan Mahfud Undang Kepala PPATK

Perpanjangan masa penahanan itu terhitung per tanggal 1 Januari sampai 9 Januari 2021. Argo mengungkap, HRS sendiri menolak menandatangani Berita Acara (BA) surat perintah perpanjangan penahanan.

Kendati demikian, penyidik tetap menghormati keputusan HRS dengan tetap membuat Berita Acara penolakan. “Penyidik tetap membuat BA penolakan penandatanganan Sprin tahan dan BA perpanjangan penahanan,” ungkap Argo.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Koorndinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan aktivitas yang selama ini dilakukan FPI telah meresahkan. Kegiatannya juga melanggar ketertiban dan keamanan.

“FPI melakukan aktivitas yang melanggar ketertiban dan keamanan dan bertentangan dengan hukum,” ujar Mahfud.

Mahfud menegaskan, FPI kerap melakukan swepping atau razia dan aktivitas lainnya yang meresahkan masyarakat. Padahal sudah ada aparat keamanan yang berkaitan dengan ketertiban masyarakat. “Seperti tindak kekerasan, sweeping atau razia sepihak, provokasi dan sebagainya,” katanya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Bintang Pradewo

Saksikan video menarik berikut ini:

Close Ads