Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 September 2020 | 00.15 WIB

Komnas HAM-TNI Selidiki Penembakan Pendeta Yeremia

ILUSTRASI: Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan masih banyak kasus pelanggaran HAM di Indonesia yang belum tuntas. - Image

ILUSTRASI: Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan masih banyak kasus pelanggaran HAM di Indonesia yang belum tuntas.

JawaPos.com – Penembakan Pendeta Yeremia Zanambani di Intan Jaya Sabtu lalu (19/9) terus mendapat sorotan. Setelah Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengirim tim untuk menginvestigasi kejadian tersebut, Kodam XVII/Cenderawasih melakukan hal serupa.

TNI dan Polri memang membantah informasi yang menyatakan bahwa pelaku penembakan adalah prajurit TNI-AD. Menurut mereka, pelaku adalah anggota kelompok kriminal bersenjata (KBB) yang sepanjang pekan lalu menebar teror di Intan Jaya. ”Gerombolan (KKB) itu kembali menebar fitnah dengan menyebut TNI sebagai pelaku penembakan,” ungkap Kolonel Czi IGN Suriastawa, kepala penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III.

Suriastawa menyatakan, KKB terus berulah di Intan Jaya untuk menarik perhatian Sidang Umum PBB yang berlangsung sejak dua hari lalu (23/9). Pada hari yang sama saat penembakan terhadap Pendeta Yeremia terjadi, jelas dia, TNI-AD kehilangan seorang prajurit mereka, yakni Pratu Dwi Akbar.

Baca juga: Khawatir Memicu Klaster Baru, DPD-Komnas HAM Usul Pilkada Ditunda

Sementara itu, Komnas HAM terus menyelidiki insiden penembakan Pendeta Yeremia. ”Kami melakukan pendalaman terhadap fakta-fakta yang terjadi,” ungkap Komisioner Komnas HAM Chairul Anam. Di Intan Jaya, Komnas HAM turut dibantu Komnas HAM perwakilan Papua.

Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Arm Reza Nur Patria menyatakan, pihaknya sudah mengirim tim ke Intan Jaya. Tim tersebut dipimpin Komandan Korem 173/PVB Brigjen TNI Iwan Setiawan dan Asintel Kasdam XVII/Cenderawasih Kolonel Infanteri Ardian Triwasana. ”Tim akan melaksanakan investigasi untuk mengusut insiden tertembaknya Pendeta Yeremia Zanambani,” jelasnya.

Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Pendeta Jacky Manuputty menyatakan secara konsisten akan mengirim surat dan berkomunikasi dengan pemerintah. Supaya proses hukum terhadap kasus penembakan Pendeta Yeremia berjalan dengan serius. ”Kemenhan sudah menelepon kami. Kami mendorong terus proses (hukumnya, Red),” ucap dia.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

https://www.youtube.com/watch?v=6X0Ff8R-4P0

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore