
ILUSTRASI: Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan masih banyak kasus pelanggaran HAM di Indonesia yang belum tuntas.
JawaPos.com – Penembakan Pendeta Yeremia Zanambani di Intan Jaya Sabtu lalu (19/9) terus mendapat sorotan. Setelah Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengirim tim untuk menginvestigasi kejadian tersebut, Kodam XVII/Cenderawasih melakukan hal serupa.
TNI dan Polri memang membantah informasi yang menyatakan bahwa pelaku penembakan adalah prajurit TNI-AD. Menurut mereka, pelaku adalah anggota kelompok kriminal bersenjata (KBB) yang sepanjang pekan lalu menebar teror di Intan Jaya. ”Gerombolan (KKB) itu kembali menebar fitnah dengan menyebut TNI sebagai pelaku penembakan,” ungkap Kolonel Czi IGN Suriastawa, kepala penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III.
Suriastawa menyatakan, KKB terus berulah di Intan Jaya untuk menarik perhatian Sidang Umum PBB yang berlangsung sejak dua hari lalu (23/9). Pada hari yang sama saat penembakan terhadap Pendeta Yeremia terjadi, jelas dia, TNI-AD kehilangan seorang prajurit mereka, yakni Pratu Dwi Akbar.
Baca juga: Khawatir Memicu Klaster Baru, DPD-Komnas HAM Usul Pilkada Ditunda
Sementara itu, Komnas HAM terus menyelidiki insiden penembakan Pendeta Yeremia. ”Kami melakukan pendalaman terhadap fakta-fakta yang terjadi,” ungkap Komisioner Komnas HAM Chairul Anam. Di Intan Jaya, Komnas HAM turut dibantu Komnas HAM perwakilan Papua.
Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Arm Reza Nur Patria menyatakan, pihaknya sudah mengirim tim ke Intan Jaya. Tim tersebut dipimpin Komandan Korem 173/PVB Brigjen TNI Iwan Setiawan dan Asintel Kasdam XVII/Cenderawasih Kolonel Infanteri Ardian Triwasana. ”Tim akan melaksanakan investigasi untuk mengusut insiden tertembaknya Pendeta Yeremia Zanambani,” jelasnya.
Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Pendeta Jacky Manuputty menyatakan secara konsisten akan mengirim surat dan berkomunikasi dengan pemerintah. Supaya proses hukum terhadap kasus penembakan Pendeta Yeremia berjalan dengan serius. ”Kemenhan sudah menelepon kami. Kami mendorong terus proses (hukumnya, Red),” ucap dia.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=6X0Ff8R-4P0

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
