
Koordinator ICW Adnan Topan Husodo usai aacar diskusi di Kedubes Inggris, Selasa (2/5)
JawaPos.com - Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo mengatakan, terdapat dua penyebab terjadinya tidak pidana korupsi pada sektor lembaga keuangan. Hal tersebut diantaranya, adanya tekanan politik dan buruknya manajemen tata kelola internal pada lembaga keuangan.
Adnan mencontohkan, pada kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero), sebenarnya Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sejak 2008 telah menemukan kejanggalan dan indikasi penyimpangan, namun pemangku kebijakan tidak menindaklanjuti temuan tersebut.
"Kalau berkaca ke kasus Jiwasraya, sistem auditnya sudah berjalan dan sudah mengidentifikasi berbagai macam bentuk penyimpangan yang terjadi, tapi kemudian temuan-temuan itu tidak digubris oleh pengambil keputusan. Ini yang berbahaya," ujarnya dalam acara diskusi secara virtual, Selasa (23/3).
Menurutnya, pembiaran yang dilakukan oleh pengambil kebijakan saat itu, dimungkinkan faktor tekanan politik oleh pejabat publik dan politisi. Kemudian, buruknya tata kelola internal, khususnya pada sistem kendali, tidak cukup mampu untuk mencegah tindak pidana korupsi. Sehingga, hal itu tidak terlepas dari sikap pembiaran oleh pemangku kebijakan.
“Kalau belajar dari kasus Jamsostek dulu, Jiwasraya dan Asabri yang kemarin masuk proses hukum, isunya selalu ada pengabaian red flag. Dalam kasus hari ini sebenarnya pelanggaran yang dibiarkan, yang kemudian melahirkan bleeding, sehingga tidak bisa dikendalikan lagi," ujarnya.
Bahkan pihaknya menduga, praktik korupsi yang melibatkan perusahaan plat merah sering disalahgunakan oleh orang-orang dengan kekuatan besar dalam institusi tersebut. Sistem yang ada pun menjadi gagal menjalankan fungsinya dengan baik.
"Kalau ada temuan fraud dan pelakunya middle management atau karyawan biasa mungkin langsung ada eksekusi. Kalau sudah direktur ini itu, bagaimana sebuah sistem bisa menghentikan?,” ungkapnya.
Baca juga: Banding Ditolak, Heru Tetap Divonis Seumur Hidup di Kasus Jiwasraya

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
