
Massa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KM) IPB University berunjuk rasa di kawasan Gedung Mera Putih KPK, Jakarta, Rabu (2/6/2021). Aksi tersebut sebagai penolakan terhadap segala bentuk pelemahan KPK. FOTO : FEDRIK TARIGAN/ JAWA P
JawaPos.com - Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta Arif Maulana menduga, saling lempar argumen antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) terkait dokumen hasil Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), merupakan upaya untuk menutup-nutupi hasil TWK yang sampai saat ini masih menjadi polemik. Pasalnya, KPK bersikukuh menyatakan harus berkoordinasi dengan BKN untuk membuka dokumen hasil TWK.
"BKN dan KPK menunjukkan bahwa dua lembaga ini mencoba menutup-nutupi sesuatu dan tidak bertanggunjawab dengan keputusannya. Berdalih (TWK) ini rahasia negara juga semakin menunjukkan bahwa TWK di KPK itu bermasalah dan tidak bisa dipertanggungjawabkan," kata Arif kepada JawaPos.com, Kamis (17/6).
Arif menyatakan dokumen hasil TWK yang disebut rahasia negar dinilai semakin menunjukkan pelaksanaan TWK tidak dapat dipertanggungjawabkan. Dia memandang, pelaksanaan TWK hanya modus untuk menyingkirkan pegawai berintegritas.
"Apalagi sampai dengan hari ini 75 pegawai yang dinyatakan tidak lulus TWK dan sudah distigma bermasalah dipublik belum pernah menerima atau melihat hasilnya. Padahal mereka berhak mendapatkan informasi tersebut," tegas Arif.
"Wajib diberikan oleh KPK dan BKN kepada mereka (75 pegawai yang tidak memenuhi syarat TWK)," imbuhnya.
Terlebih dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik, Pasal Pasal 18 menyatakan tidak termasuk informasi yang dikecualikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 huruf g dan huruf h, antara lain apabila pihak yang rahasianya diungkap memberikan persetujuan tertulis. Serta pengungkapan berkaitan dengan posisi seseorang dalam jabatan-jabatan publik.
"Jadi ini informasi yang harus dibuka ketika pihak yang bersangkutan setuju dan berkaitan dengan pengungkapan posisi seseorang dalam jabatan publik," tegas Arif.
Sebelumnya, pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri menyampaikan, pihaknya sedang berusaha meminta hasil salinan data dan informasi terkait TWK. Menurut Ali, PPID KPK telah merespon sesuai dengan diterimanya surat permohonan tersebut. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).
"Bahwa badan publik yang bersangkutan wajib menyampaikan pemberitahuan secara tertulis kepada Pemohon Informasi Paling lambat 10 hari kerja, sejak diterimanya permintaan dan Badan Publik yang bersangkutan dapat memperpanjang waktu untuk mengirimkan pemberitahuan sesuai dengan ketentuan yang berlaku paling lambat tujuh hari kerja berikutnya, dengan memberikan alasan secara tertulis," tegas Ali, Selasa (15/6).
Juru bicara KPK berlatar belakang Jaksa ini menuturkan, pihaknya berupaya untuk bisa memenuhi salinan permintaan tersebut. Hal ini sesuai dengan ketentuan waktu yang berlaku.
"Saat ini PPID KPK tengah melakukan koordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN), terkait pemenuhan informasi tersebut. Karena salinan dokumen yang diminta bukan sepenuhnya dalam penguasaan KPK," ungkap Ali.
Terpisah, Kepala BKN Bima Haria Wibisana menegaskan dokumen hasil Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) bersifat rahasia negara. Bima menyatakan seluruh dokumen hasil TWK pegawai KPK beralih status menjadi ASN telah diserahkan ke KPK.
"Semua dokumen sudah diserahkan ke KPK. Sifatnya rahasia negara, makanya semuanya bersegel," kata Bima kepada JawaPos.com, Rabu (16/6).
Bima menyatakan tindakan membocorkan rahasia negara bisa terancam pidana. Dia pun mengklaim, tidak mengetahui secara pasti hasil TWK yang menggalkan 75 pegawai beralih status menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).
"Tindakan membocorkan rahasia negara bisa dikenakan sanksi pidana," cetus Bima.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
