
Photo
JawaPos.com - Kerja Tim Teknis kasus penyiraman air keras kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswesdan tak kunjung terdengar hasilnya. Terlebih saat ini tenggat waktu 3 bulan yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menuntaskan kasus ini akan segera habis.
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol M Iqbal mengatakan, senyapnya kinerja tim teknis karena memang tim bekerja secara tertutup. Hal itu, untuk mencegah para terduga pelaku maupun pihak-pihak lain yang terlibat bersembunyi dari kejaran aparat.
"Hari ini kita umumkan. Kenapa tim teknis ini tak pernah memberikan update ini tim teknis bekerja sangat tertutup. Kalau kita bekerja disampaikan ke media (pelaku) kabur dong," kata Iqbal di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (16/10).
Korban Penyerangan Air Keras yang merupakan Penyidik KPK Novel Baswedan (kanan), didampingi Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo (kiri), menyampaikan tanggapan atas hasil Investigasi Tim Gabungan Pencari Fakta ( TGPF), saat ditanya wartawan di Gedung KPK
Penyidik senior KPK Novel Baswedan. FOTO : FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS
Meski begitu, Iqbal menyampaikan kerja tim teknis ini sudah memperlihatkan perkembangan. Namun, sekarang dia belum menjabarkan temuan apa saja yang sudah didapat tim teknis. "Insya Allah. Sangat signifikan, doakan. Tim kami sedang bekerja yang terbaik," imbuhnya.
Di sisi lain, mantan Wakapolda Jawa Timur itu mengatakan, tenggat waktu kinerja tim teknis tidak berdasarkan statemen Presiden yang dikeluarkan pada 19 Juli 2019. Melainkan, berdasarkan Surat Perintah (Sprin) Kapolri. "3 bulan itu dimulai bukan pada saat pak Presiden memberikan statemen, tergantung berdasarkan sprinnya karena alasan tadi. Sehingga 3 Agustus, tim teknis baru bekerja efektif," jelas Iqbal.
Lebih lanjut, Iqbal memastikan Kabareskrim Komjen Pol Idham Aziz telah memiliki personel terbaiknya dalam pembentukan tim teknis. Total ada 105 anggota yang diturunkan guna mencari fakta kasus tersebut.
Tiga wartawan yang tergabung dalam wadah jurnalis anti korupsi saat melakukan aksi teatrikal penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Aksi yang digelar di depan Gedung KPK Selasa (20/6), dilakukan bertepatan dengan ulang tahun Novel.
Tiga wartawan yang tergabung dalam wadah jurnalis anti korupsi saat melakukan aksi teatrikal penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Aksi yang digelar di depan Gedung KPK Selasa (20/6), dilakukan bertepatan dengan ulang tahun Novel. (dok JawaPos.com)
Sebelumnya, terhitung 1 Agustus 2019, tim teknis kasus Novel bentukan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian sudah mulai bekerja. Hari ini Surat Perintah (Sprint) Kapolri sudah diedarkan kepada 90 anggota yang tergabung dalam tim ini. Ada 4 fokus utama yang akan dikerjakan mereka.
"Besok tim sudah bekerja sesuai pembagian pelaksanaan tugas masing-masing. Sesuai komptensi, sesuai teknis, sesuai kemampuan," ujar Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo dalam konferensi pers di gedung Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (31/7).
Dedi menerangkan, kerja pertama dari tim teknis ini akan mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) penyerangan kepada Novel. Sebab, TKP selalu menjadi titik tolak dalam sebuah pembuktian peristiwa pidana. Kedua yakni memeriksa kembali 70 orang saksi. Mereka nantinya akan digolongkan sesuai waktu, dan informasi yang diketahui tentang kasus ini. Dengan demikian petunjuk akan semakin mengkerucut.
Selain itu, CCTV di sekitar lokasi penyiraman juga akan didalami kembali. Sketsa wajah yang pernah dirilis oleh Polda Metro Jaya juga tak luput dari kerja tim teknis. Analisa dengan maksud mempertajam sketsa diharapkan bisa mendekatkan pada pelaku yang dicari. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri digandeng untuk urusan ini.
Tim teknis sesuai Sprint Kapolri akan bekerja selama 6 bulan sengan opsi perpanjangan apabila dibutuhkan. Sementara itu terkait tenggat 3 bulan yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan tetap dimaksilkan oleh tim untuk menyelesaikan kasus Novel.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022