JawaPos Radar

Punya Karir Mentereng, Ini Profil Bupati Purbalingga yang Kena OTT KPK

05/06/2018, 04:47 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
Bupati Purbalingga, Bupati Purbalingga kpk, Bupati Purbalingga Tasdi
Bupati Purbalingga Tasdi menyalami sejumlah pegawai Kantor Kecamatan Purbalingga usai apel. (Amarullah Nurcahyo/ Radar Banyumas/Jawa Pos Group)
Share this

JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Purbalingga, Jawa Tengah. Lembaga antirasuah itu menangkap enam orang pelaku. Salah satunya adalah Bupati Purbalingga, Tasdi.

Mengulas sosok Tasdi, sebagaimana dikutip dari situs resmi Pemkab Purbalingga, pria kelahiran Purbalingga 11 April 1968 itu tercatat memiliki karir mentereng di dunia politik. Dia mengawali karir sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Purbalingga periode 1999-2004.

Masih 2004, Tasdi kemudian terpilih menjadi Ketua DPRD Purbalingga. Dia menjabat jabatan tersebut hingga 2014 dilanjut dengan menduduki posisi Wakil Bupati Purbalingga hingga 2015.

Bupati Purbalingga, Bupati Purbalingga kpk, ott kpk Bupati Purbalingga
Ilustrasi: Penyidik KPK memperlihatkan barang bukti uang suap hasil operasi tangkap tangan (OTT). (Miftahul Hayat/Jawa Pos)

Setahun berselang setelah memenangi Pilkada serentak 2015, posisinya naik menjadi Bupati Purbalingga berpasangan dengan Dyah Hayuning Pratiwi. Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu resmi menjadi orang nomor satu di Purbalingga sejak 16 Februari 2016. Ketika itu dia dilantik Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Dalam posisi tersebut Tasdi menggantikan kepemimpinan Sukento Ridho Marhaendrianto. Jabatan bupati yang diembannya berlangsung hingga sekarang. Jabatan ini pula yang membuat Tasdi berurusan dengan KPK atas dugaan korupsi proyek pembangunan Islamic Center.

Tidak hanya di bidang politik, Tasdi juga terbilang memiliki karir sukses di sektor wirausaha. Tercatat pada rentan 1990-1993, dia menjabat sebagai direktur sekaligus pemilik Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Karangreja, Purbalingga.

Usahanya tersebut akhirnya dinyatakan bangkrut karena Perusahaan Listrik Negara (PLN) mulai memasuki kampungnya. Setelah itu kemudian dia beralih usaha di bidang niaga dengan menyediakan jasa kendaraan pengangkut berbagai keperluan.

Usahanya ini berjalan hingga 1999. Pada tahun tersebut dia memutuskan menjual truk yang digunakan dalam bisnis niaganya untuk modal mencalonkan diri di Pileg, yang berujung terpilihnya menjadi anggota DPRD Purbalingga.

Karir kepartaiannya juga terbilang cemerlang. Diawali pada 1996 saat dirinya ditunjuk menjadi bendahara Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDIP Karangreja, hingga pada akhirnya dia terpilih menjadi Ketua DPC PDIP tahun 2005. Dalam posisi itu dia menjabat selama tiga periode hingga 2020.

Seperti diketahui, sebelumnya diberitakan, Tim Satgas Penindakan KPK kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Dalam operasi senyap yang dilakukan Senin (5/6) sore di beberapa tempat terpisah, KPK menangkap sejumlah pihak di antaranya Bupati Purbalingga berinisial T; Kepala Bagian Lelang, HI; Ajudan Bupati, TP (ditangkap di Purbalingga); seorang kontraktor, N (ditangkap di Purwokerto); dua pihak lain yang ditangkap di Jakarta.

Saat ini, para pihak yang ditangkap di Purbalingga dan Purwokerto dikabarkan tengah dibawa ke Markas KPK di Jakarta. Sementara pihak yang ditangkap di Jakarta tengah menjalani pemeriksaan intensif guna ditentukan status hukumnya.

(ce1/sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up