
Ilustrasi - Jawa Pos Photo
JawaPos.com - Direktorat tindak pidana tertentu (dittipidter) membongkar jaringan penjualan satwa dilindungi di Jawa Tengah kemarin (3/7). Semua satwa tersebut berasal dari Indonesia Timur. Satwa-satwa yang disita, antara lain, beruang madu, landu aru, kakaktua jambul kuning, nuri kepala hitam, dan lima kanguru.
Direktur Dittipidter Brigjen Fadhil Imran menuturkan, awalnya petugas hanya mendeteksi jaringan internasional penjual satwa. Namun, berdasar hasil penelusuran, jaringan tersebut ternyata ada hubungan dengan kelompok di Indonesia, tepatnya di tiga daerah, yakni Pati, Kudus, dan Brebes. ''Ternyata hewan yang diperjualbelikan itu asal Indonesia Timur, bukan Jawa Tengah,'' tuturnya.
Melihat begitu terorganisasinya jaringan penjual satwa tersebut, dittipidter memetakan bagaimana penjualan satwa secara sembunyi-sembunyi itu. Saat ini sedang dibagi bagaimana pergerakan penjual satwa di Indonesia Barat, Tengah, dan Timur. ''Ini kami laksanakan untuk mengetahui apa yang harus dilakukan,'' paparnya. Untuk kasus di Jawa Tengah, dia menuturkan, skala penjual satwa tersebut cukup besar dan diduga memiliki jejaring yang cukup luas.
Kasubdit I Dittipidter Bareskrim Kombespol Adi Karya Tobing menyatakan, dalam kasus itu, ditangkap tiga orang. Yakni, MUA, M, dan KG. Mereka bekerja sama untuk menjual satwa dilindungi yang didominasi dari Indonesia Timur. ''Ternyata mereka bekerja sama dengan nelayan,'' paparnya.
Mereka meminta nelayan mengambil satwa di Indonesia Timur dan membawanya ke Jawa Tengah. ''Nelayan kan banyak yang sampai Indonesia Timur untuk mencari ikan,'' jelasnya. Setelah berada di Jawa Tengah, satwa dilindungi itu lantas dibeli para penjual tersebut dari nelayan.
Para tersangka lalu menjualnya lagi dengan berbagai cara. Khususnya secara online dengan mekanisme rekening bersama (rekber). ''Setelah uang masuk ke pihak ketiga atau rekber, hewan dikirim. Setelah diterima, uang dibayarkan ke penjual,'' terangnya.
Sementara itu, tersangka MUA mengaku membeli beruang madu seharga Rp 8 juta di Pelabuhan Juwana, Pati, Jateng. Beruang tersebut rencananya dijual kembali. Berbeda dengan MUA, KG mengaku telah lama beternak kanguru. Anakan kanguru itulah yang kemudian diperjualbelikan. ''Kalau indukannya dari Indonesia Timur,'' terangnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
