
Proses pemindahan kontainer berisi vaksin COVID-19 saat tiba di Kantor Pusat Bio Farma, Bandung Jawa Barat, Senin (7/12/2020). Vaksin COVID-19 produksi perusahaan farmasi Sinovac, China tersebut disimpan dalam ruangan pendingin dengan suhu 2-8 derajat cel
JawaPos.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan lansia di atas usia 60 tahun bakal mendapatkan vaksin Covid-19. Sebab selama ini, vaksin asal Tiongkok dari Sinovac yang diuji klinis di Bandung, Jawa Barat, hanya diperuntukkan untuk masyarakat usia 18-59 tahun.
Menkes Budi menjelaskan tahap pertama adalah vaksinasi kepada tenaga petugas kesehatan. Di Indonesia jumlahanya ada 1,3 juta orang di 34 provinsi. Kedua, akan diberikan kepada pekerja di sektor publik sekitar 17,4 juta orang. Ketiga yaitu lansia, di atas 60 tahun, yang jumlahnya sekitar 21,5 juta orang.
"Tiap negara punya tahapan imunisasi berbeda, tapi semua negara pasti tahap pertama adalah nakes. Mengapa, ini adalah garda terdepan, orang-orang paling penting di masa pandemi," kata Menkes Budi dalam konferensi pers virtual, Selasa (29/12).
Menkes Budi memastikan kita butuh waktu untuk memastikan bahwa vasin yang bisa digunakan nanti bisa berlaku bagi lansia di atas 60 tahun. Sehingga diskusi kemudian dilakukan bahwa ada peluang lansia di atas 60 tahun bisa mendapatkan vaksin.
"Hasil uji klinis 3 di bandung untuk Sinovac untuk rentang 18-59, itu sebabnya hasil diskusi kami secara scientific, memang disarankan menggunakan Sinovac sesuai dengan yang diuji kliniskan di Bandung. Vaksin Sinovac uji klinis yang dilakukan di luar Bandung, di Turki, Brasil, itu juga diberikan ke orang-orang dengan grup usia di atas 60 tahun," tuturnya.
"Kmi sudahh koordinasi dengan BPOM untuk koordinasi hal ini sehingga nanti BPOM akan lengkapi datanya sebelum keputusan akhir mengenai rentang usia yang bisa diberikan vaksin," tambahnya
Menkes Budi yakin vaksin lain seperti Pfizer sudah diberikan izin penggunaan darurat (EUA) oleh Food Drug Administration (FDA) boleh diberikan di atas 60 tahun. Sebab vaksin yang akan digunakan di Indonesia menggunakan 4 jenis.
"Otomatis keragaman itu akan ada. Itu mengapa karena sebagian vaksin kita akan datang mungkin sekitar semester kedua atau akhir kuartal kedua 2021, itu sebabnya kenapa kalau kita tadi tahapannya lansia kita taruh agak ke belakang," jelasnya.
"Karena kita ingin pastikan semua data scientific mengenai pemberian vaksin ke grup lansia ini, BPOM sudah feel comfortable. Dan saya juga pastikan bahwa pemberian vaksin kepada petugas kesehatan hanya akan dilakukan sesudah ada persetujuan BPOM," tutupnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=CKBuYK7jQbg
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao: Duel Tim Papan Tengah LaLiga Berpotensi Berlangsung Ketat
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022