
Petugas bandara menurunkan vaksin Pfizer yang dikemas dalam kontainer pada agenda kedatangan tahap ke-63 di Jakarta, Kamis (16/9/2021). (ANTARA/HO-Ryadhy/InfoPublik/Kominfo).
JawaPos.com - Indonesia saat ini masih menanti penyelesaian tahap uji klinis vaksin Covid-19 Sinovac asal Tiongkok tahap 3 di Bandung, Jawa Barat. Tak hanya itu, Indonesia juga akan memesan vaksin lainnya termasuk vaksin Negara-negara Barat seperti AstraZeneca dari Inggris. Kabar baik lainnya, Indonesia juga menyetejui pembelian vaksin Pfizer-BioNTech asal Amerika Serikat/Jerman yang manjur lebih dari 90 persen.
Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan sampai sekarang ada 5 jalur pengadaan vaksin yang sudah ditempuh, 4 di antaranya bilateral, 1 multilateral. Dari 4 bilateral ini, Indonesia sudah menandatangani kontrak dengan Sinovac sebesar 125 juta dan Indonesia punya opsi untuk menambahkannya.
Indonesia juga sudah menandatangani kontrak dengan Novavax Amerika Serikat sebesar 130 juta. ’’Kita saat akan segera tanda tangan kontrak dengan AstraZeneca utk 100 juta dosis vaksin, sebagian firm, sebagian opsi,’’ katanya dalam live virtual di Youtube Setpres, Selasa (29/12).
Kabar baiknya Indonesia juga akan memesan vaksin Covid-19 yang manjur dari Pfizer-BioNTech. Vaksin itu juga sudah disetujui oleh Singapura dan mulai disuntikkan di Inggris. ’’Kita juga akan segera tanda tangan kontrak dengan BioNTech-Pfizer untuk 100 juta dosis vaksin, 50 juta firm, sisanya opsi," kata Menkes Budi. ’’Kami harap finalisasi dengan AstraZeneca dan Pfizer bisa diselesaikan dalam waktu dekat ini,’’ tambahnya.
Total ada 400 juta dosis vakksin, 100 juta akan didatangkan dari Tiongkok. 100 jutaan dari Bovavax yaitu perusahaan AS-Kanada, 100 jutaan akan didatangkan dari AstraZeneca dari Inggris, 100 jutaan lagi didatangkan dari Pfizer/BioNTech gabungan Jerman-AS," paparnya.
Dari 269 juta rakyat Indonesia, kalau ingin mengejar herd immunity usia di atas 18 tahun, ada 188 juta orang. Dari 188 juta, target vaksinasi adalah 181 juta rakyat. Dengan perhitungan bahwa 1 orang butuh 2 dosis vaksin dan guidelines WHO persiapkan 15 persen untuk cadangan, total vaksin yang dibutuhkan 426 juta vaksin. ’’Diharpkan vaksin ini bisa datang secara bertahap ke Indonesia dan kita bisa segera lakukan penyuntikan ke rakyat Indonesia yang 180 juta orang tadi,’’ katanya. (*)
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=CKBuYK7jQbg

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
