Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Oktober 2026 | 23.51 WIB

BGN Klaim MBG Prasmanan Tekan Sisa Makanan tanpa Tambah Anggaran

Ilustrasi: Uji coba MBG prasmanan diminati, targetkan 1.000 hingga 5.000 dapur hingga 2026. (gpt) - Image

Ilustrasi: Uji coba MBG prasmanan diminati, targetkan 1.000 hingga 5.000 dapur hingga 2026. (gpt)

JawaPos.com - Badan Gizi Nasional (BGN) mengklaim penerapan skema prasmanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menekan sisa makanan tanpa menambah anggaran per siswa. 

Melalui skema ini, siswa tetap mendapatkan makanan sesuai takaran gizi, tetapi bisa mengambil tambahan apabila masih merasa lapar dan makanan masih tersedia.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, anggaran MBG dengan skema prasmanan tetap sama, yakni Rp 15.000 per siswa. Menurut dia, perbedaan kebutuhan makan setiap siswa menjadi salah satu hal yang dapat diakomodasi melalui mekanisme tersebut.

”Kalau anggarannya saya kira sama ya, karena kan kita ngelayaninya kan per Rp 15.000 dikali jumlah anak sekolah ya,” kata Sudaryono kepada wartawan, Jumat (16/10).

Dia mencontohkan, siswa dengan usia atau tingkat kelas yang sama belum tentu memiliki kebutuhan makan yang seragam. Ada siswa bertubuh kecil dan ada pula yang lebih besar, sehingga kebutuhan porsi makan mereka bisa berbeda.

”Nah, itu tadinya kecil besar kan porsinya sama. Nah, ini sekarang kan porsi besar eh kecil besar porsinya sama, tapi kalau yang besar dia mau nambah, ada sisa, dia boleh nambah,” ujarnya.

Sudaryono mengatakan, berdasarkan pengamatannya di sejumlah lokasi uji coba, tingkat makanan yang habis dan kebersihan pelaksanaan MBG prasmanan menunjukkan hasil yang baik. Meski demikian, dia tidak merinci angka pengurangan sisa makanan dari penerapan skema tersebut.

”Sehingga kulihat memang dari beberapa  yang sekarang jalan ini, tingkat kehabisannya, tingkat kebersihannya tinggi, Jadi orang juga senang, ya,” tuturnya.

Lebih lanjut, saat ini BGN masih menguji penerapan skema prasmanan sebelum memperluasnya ke lebih banyak sekolah. Sudaryono mengatakan, uji coba dilakukan di sejumlah wilayah, baik di Jawa maupun luar Jawa, untuk mengidentifikasi kendala pelaksanaan.

Wilayah uji coba tersebut antara lain Merauke, Aceh, dan Palembang. Evaluasi mencakup persoalan jarak, kebutuhan tenaga kerja, edukasi, serta kesiapan dapur dan sekolah.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore