Kakorlantas Polri Brigjen Pol. Aries Syahbudin. (Polri)
JawaPos.com - Kakorlantas Polri Brigjen Pol. Aries Syahbudin meminta kepada polisi lalu lintas (polantas) agar lebih memberikan manfaat kepada masyarakat. Petugas di lapangan tidak sebatas hadir secara fisik.
Hal ini dikatakan Aries saat memberikan arahan kepada para Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda jajaran dalam ‘Commander Wish Kakorlantas Polri’ di Gedung NTMC Korlantas Polri, Jakarta Selatan, Kamis (15/10).
Aries mengatakan, tugas anggota Polri tidak hanya diukur dari kegiatan yang dilakukan. Perlu ada dampak nyata yang dirasakan masyarakat.
“Kehadiran polisi bukan hanya hadir. Polisi memberi arti dari kehadiran itu,” ujar Brigjen Aries.
Jenderal bintang satu tidak ingin keberhasilan anggota hanya berupa laporan angka dan jumlah kegiatan. Harus ada bukti nyata bahwa kerja di lapangan memberikan manfaat kepada masyarakat.
Slogan Polisi Bersama Masyarakat yang dicetuskan oleh Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai pedoman pelaksanaan tugas seluruh personel lalu lintas. Menurutnya, penggunaan kata polisi menegaskan peran setiap individu anggota kepolisian, mulai dari pimpinan hingga personel di lapangan, dalam membangun kedekatan dengan masyarakat.
Oleh karena itu, penempatan personel pada waktu dan lokasi harus diatur sebaik mungkin disaat masyarakat sangat membutuhkan.
Pelaksanaan tugas harus menyesuaikan karakteristik serta kondisi setiap wilayah, bukan semata-mata mengikuti rutinitas atau jadwal formal.
“Tempatkan anggota pada waktu dan lokasi masyarakat membutuhkan. Penempatan personel harus menyesuaikan karakteristik wilayah dan jam sibuk agar kehadiran polisi benar-benar dirasakan masyarakat," jelasnya.
Aries juga mengingatkan agar penegakkan hukum dilaksanakan secara profesional dan berkeadilan. Personel diminta memahami kondisi masyarakat di wilayah tugasnya tanpa mengabaikan aturan dan aspek keselamatan.
Selain itu, jajaran Polantas diminta untuk meningkatkan respons terhadap laporan masyarakat melalui layanan 110. Penanganan laporan harus dilakukan secara cepat dan tepat, tanpa menghindari tanggung jawab pelayanan.
“Menjaga ruang aman pembangunan. Lalu lintas itu ruang aman di bidang pembangunan, bagaimana menjaga alur distribusi baik sembako, upaya bahan pangan, bahan bangunan, BBM, itu aman. Ya, itu ruang aman yang memang banyak melalui jalan,” pungkasnya.