
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) usai Rapat Koordinasi Swasembada Air di Kantor Kemenko Infrastruktur, Jakarta, Kamis (15/10). (Dimas Choirul/Jawapos.com)
JawaPos.com – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan, fenomena El Nino berdampak pada ketersediaan air di sejumlah wilayah Indonesia. Sebanyak 36 persen bendungan di Pulau Jawa mengalami defisit air.
“El Nino. 36 persen bendungan di Jawa defisit. Kemudian 62 dari 119 kabupaten/kota di Jawa terdampak,” kata AHY dalam Rapat Koordinasi Swasembada Air di Kantor Kemenko Infrastruktur, Jakarta, Kamis (15/10).
Selain itu, sejumlah bendungan di luar Jawa juga mengalami kondisi serupa.
Baca Juga:Serangan Rudal Houthi Ancam Bandara, Singapura Peringatkan Warganya Tak Bepergian ke Arab Saudi
Selain menghadapi dampak kekeringan, pemerintah juga dihadapkan pada persoalan pengelolaan data sumber daya air yang belum terintegrasi.
Menurut AHY, data mengenai sungai, cuaca, dan air tanah masih dikelola secara terpisah oleh sejumlah kementerian dan lembaga.
Data sungai dikelola Kementerian Pekerjaan Umum (PU), data cuaca berada di bawah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sedangkan pengelolaan air tanah menjadi kewenangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
AHY menilai, integrasi data diperlukan agar pemerintah memiliki dasar yang lebih jelas dalam mengambil keputusan terkait pengelolaan sumber daya air. Data yang terhubung juga dibutuhkan untuk menyusun rekomendasi kebijakan kepada Presiden.
“Supaya ketika siapapun yang ingin mengambil keputusan, termasuk kami di sini yang perlu memberikan rekomendasi termasuk menyarankan kepada Bapak Presiden, lebih jelas dalam membaca dan menganalisa data yang sudah terintegrasi,” lanjutnya.
Selain integrasi data, AHY menyoroti penerapan smart water management atau pengelolaan air berbasis teknologi yang dinilai belum meluas di Indonesia. Padahal, menurut dia, pendekatan tersebut telah menjadi standar di sejumlah negara dan kota maju.
“Yang terakhir smart water management. Ini belum diimplementasikan secara meluas. Padahal ini sudah menjadi standar negara-negara, kota-kota maju di dunia,” pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022