Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 Oktober 2026 | 16.29 WIB

Karhutla Tanjung Puting Hanguskan 513 Hektare, Prabowo Kirim 200 Pompa hingga Anggarkan Rp 2 Miliar

Presiden RI Prabowo Subianto meminta jajaran pemerintah untuk terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Setpres) - Image

Presiden RI Prabowo Subianto meminta jajaran pemerintah untuk terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Setpres)

Arahan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat koordinasi perkembangan penanganan karhutla secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/10).

Dalam rapat itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto melaporkan adanya kebakaran baru di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting dengan luas mencapai sekitar 513,89 hektare.

Menanggapi laporan tersebut, Prabowo menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap kebakaran di kawasan konservasi. Menurutnya, status Tanjung Puting sebagai taman nasional membuat perlindungan kawasan tersebut harus menjadi perhatian utama.

“Taman Nasional Tanjung Puting menjadi perhatian karena itu taman nasional,” kata Prabowo.

Selain menginstruksikan percepatan pemadaman, Prabowo turut menyoroti kebutuhan penguatan personel polisi hutan untuk menjaga kawasan hutan di berbagai wilayah Indonesia. Ia meminta penambahan jumlah personel beserta peningkatan kapasitasnya dilakukan secara bertahap agar perlindungan hutan dan pencegahan karhutla dapat berjalan lebih optimal.

“Karena itu tolong sampaikan ke MenPANRB, kalau memang saya minta 70 ribu polisi hutan karena ada maksud untuk menjaga hutan-hutan kita,” tegasnya.

Prabowo juga meminta Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) ikut berperan dalam meningkatkan kemampuan personel polisi hutan, terutama melalui pendidikan dan pelatihan.

“Kapolri nanti bisa bantu ya didik polisi hutan,” ucap Prabowo.

Dalam kesempatan yang sama, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin memaparkan kondisi penanganan kebakaran di lapangan. Ia menjelaskan, titik-titik api tersebar di sejumlah lokasi yang didominasi kawasan rawa sehingga sulit dijangkau menggunakan kendaraan.

Kondisi geografis tersebut membuat petugas membutuhkan peralatan pemadaman yang sesuai dengan karakteristik medan. Salah satu kebutuhan mendesak adalah pompa air berukuran kecil yang dapat digunakan untuk mendukung pemadaman di lokasi-lokasi yang sulit diakses.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore