Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 1 Oktober 2026 | 00.34 WIB

Busa di Mulut Jenazah Sutrimo Bukan Racun, Tim Ekshumasi Sebut Cairan dari Paru-Paru

Keluarga Sutrimo, warga Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, memilih menempuh proses hukum atas banyaknya spekulasi penyebab kematian eks Karumga Febri Adriansyah. (Ist) - Image

Keluarga Sutrimo, warga Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, memilih menempuh proses hukum atas banyaknya spekulasi penyebab kematian eks Karumga Febri Adriansyah. (Ist)

 JawaPos.com - Saat ditemukan tewas pada 23 Juli lalu, polisi menyebut tampak busa keluar dari mulut Sutrimo. Sempat diduga sebagai akibat dari racun, Tim Ekshumasi pria asal Banyumas itu memastikan cairan tersebut berasal dari paru-paru.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadireskrimum) Polda Metro Jaya AKBP I Dewa P.G. Anom Danujaya menyatakan bahwa jenazah Sutrimo ditemukan sekira pukul 07.49 WIB di Klinik Mordent, Jakarta Selatan (Jaksel). Petugas ambulans adalah orang pertama yang mengecek kondisi Sutrimo.

”Korban sudah meninggal dunia dengan kondisi mulut dan hidung mengeluarkan busa. Kemudian driver ambulans tersebut mengelap busa yang keluar dari mulut korban menggunakan handuk yang digunakan untuk alas kepala korban, dan saat dibersihkan keluar cairan berwarna kekuningan dari mulut dan hidung,” kata dia.

Menurut Ketua Tim Ekshumasi Yudi Ahmad Yudianto, cairan yang keluar dari mulut Sutrimo bukan racun. Dia dan timnya meyakini bahwa itu berasal dari edema paru akut yang dialami korban sebelum meninggal dunia. Sehingga cairan itu didapati oleh petugas saat jenazah pertama kali ditemukan.

”Busa yang keluar dari korban, ini diakibatkan karena menyebutkannya edema paru akut,” kata Yudianto.

Yudianto menjelaskan bahwa edema paru akut adalah kondisi yang secara mendadak membuat penderita bisa mengalami sesak napas berat yang memungkinkan keluar cairan seperti busa dari mulut. Dia menyebut, hal itu dialami oleh Sutrimo.

”Disebabkan adanya cairan pada paru-paru serta lendir dan mengakibatkan karena sulit saluran nafas itu tidak lancar. Sehingga seperti dikocok, sehingga keluar busa warna putih, sebenarnya ini termasuk dalam salah satu penyebab keluarnya busa putih tersebut,” bebernya.

Setelah melakukan ekshumasi dan melakukan pemeriksaan terhadap jenazah Sutrimo secara detail, dia menyatakan bahwa pihaknya tidak menemukan kekerasan akibat benda tajam, benda tumpul, maupun zat berbahaya seperti racun pada tubuh Sutrimo.

”Jadi, berdasarkan dari temuan serta fakta-fakta dalam proses pemeriksaan ekshumasi dan autopsi bahwasanya meninggalnya Almarhum Sutrimo karena penyakit jantung iskemik,” kata dia.
Dari hasil pemeriksaan forensik dalam proses ekshumasi, Yudi menyatakan bahwa jenazah yang sudah dimakamkan selama 19 hari itu bersih dari kekerasan benda tajam, kekerasan benda tumpul, patah tulang, maupun tindak kekerasan lainnya.

”Pemeriksaan toksikologi dari organ beserta tanah yang ada di sekitar pemakaman, tidak ditemukan adanya kandungan pestisida, alkohol, arsen, atau pun sianida,” tegas dia.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore