
Keluarga Sutrimo, warga Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, memilih menempuh proses hukum atas banyaknya spekulasi penyebab kematian eks Karumga Febri Adriansyah. (Ist)
JawaPos.com - Saat ditemukan tewas pada 23 Juli lalu, polisi menyebut tampak busa keluar dari mulut Sutrimo. Sempat diduga sebagai akibat dari racun, Tim Ekshumasi pria asal Banyumas itu memastikan cairan tersebut berasal dari paru-paru.
Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadireskrimum) Polda Metro Jaya AKBP I Dewa P.G. Anom Danujaya menyatakan bahwa jenazah Sutrimo ditemukan sekira pukul 07.49 WIB di Klinik Mordent, Jakarta Selatan (Jaksel). Petugas ambulans adalah orang pertama yang mengecek kondisi Sutrimo.
”Korban sudah meninggal dunia dengan kondisi mulut dan hidung mengeluarkan busa. Kemudian driver ambulans tersebut mengelap busa yang keluar dari mulut korban menggunakan handuk yang digunakan untuk alas kepala korban, dan saat dibersihkan keluar cairan berwarna kekuningan dari mulut dan hidung,” kata dia.
Menurut Ketua Tim Ekshumasi Yudi Ahmad Yudianto, cairan yang keluar dari mulut Sutrimo bukan racun. Dia dan timnya meyakini bahwa itu berasal dari edema paru akut yang dialami korban sebelum meninggal dunia. Sehingga cairan itu didapati oleh petugas saat jenazah pertama kali ditemukan.
Baca Juga:Polda Metro Jaya Belum Temukan Pelanggaran Hukum atau Tindak Pidana dalam Kematian Sutrimo
”Busa yang keluar dari korban, ini diakibatkan karena menyebutkannya edema paru akut,” kata Yudianto.
Yudianto menjelaskan bahwa edema paru akut adalah kondisi yang secara mendadak membuat penderita bisa mengalami sesak napas berat yang memungkinkan keluar cairan seperti busa dari mulut. Dia menyebut, hal itu dialami oleh Sutrimo.
”Disebabkan adanya cairan pada paru-paru serta lendir dan mengakibatkan karena sulit saluran nafas itu tidak lancar. Sehingga seperti dikocok, sehingga keluar busa warna putih, sebenarnya ini termasuk dalam salah satu penyebab keluarnya busa putih tersebut,” bebernya.
Setelah melakukan ekshumasi dan melakukan pemeriksaan terhadap jenazah Sutrimo secara detail, dia menyatakan bahwa pihaknya tidak menemukan kekerasan akibat benda tajam, benda tumpul, maupun zat berbahaya seperti racun pada tubuh Sutrimo.
”Jadi, berdasarkan dari temuan serta fakta-fakta dalam proses pemeriksaan ekshumasi dan autopsi bahwasanya meninggalnya Almarhum Sutrimo karena penyakit jantung iskemik,” kata dia.
Dari hasil pemeriksaan forensik dalam proses ekshumasi, Yudi menyatakan bahwa jenazah yang sudah dimakamkan selama 19 hari itu bersih dari kekerasan benda tajam, kekerasan benda tumpul, patah tulang, maupun tindak kekerasan lainnya.
”Pemeriksaan toksikologi dari organ beserta tanah yang ada di sekitar pemakaman, tidak ditemukan adanya kandungan pestisida, alkohol, arsen, atau pun sianida,” tegas dia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022