Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 September 2026 | 16.23 WIB

BNPB: Kasus Karhutla di Kalteng Capai 180 Hektare, Tinggal 30 hektare yang Belum Berhasil Dipadamkan

Para prajurit TNI memadamkan api di lokasi karhutla. Belasan ribu personel dikerahkan untuk membantu penanganan karhutla di berbagai daerah Indonesia. (TNI) - Image

Para prajurit TNI memadamkan api di lokasi karhutla. Belasan ribu personel dikerahkan untuk membantu penanganan karhutla di berbagai daerah Indonesia. (TNI)

JawaPos.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengungkapkan, luas area hutan yang sempat terbakar mencapai sekitar 180 hektare. Satgas darat kemudian melakukan pemadaman secara intensif dan berhasil menangani sekitar 150 hektare dalam satu hari. Dengan demikian, masih terdapat kurang lebih 30 hektare yang harus ditangani.

Meski sebagian besar area berhasil dipadamkan, Suharyanto mengatakan persoalan karhutla belum sepenuhnya selesai. Sebab, titik kebakaran baru masih bermunculan setiap hari. Kondisi tersebut semakin sulit karena lahan gambut yang telah dipadamkan berpotensi kembali terbakar.

Selain api, kabut asap juga menjadi persoalan tersendiri. Suharyanto menjelaskan bahwa belum ada teknologi yang bisa secara langsung menghilangkan kabut asap. Pergerakan angin dan turunnya hujan menjadi dua faktor alam yang dapat membantu mengurai kondisi tersebut.

Karena itu, pemerintah terus mengupayakan turunnya hujan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Upaya tersebut diharapkan dapat membantu proses pemadaman sekaligus mengurangi kepadatan kabut asap di wilayah terdampak.

Salah satu pesawat OMC yang sebelumnya ditempatkan di Bandara Cilik Riwut tidak dapat menjalankan operasi akibat rendahnya jarak pandang. Pemerintah kemudian menyiapkan alternatif dengan mengoperasikan OMC dari Bandara Syamsudin Noor dan Bandara Pangkalan Bun mulai malam berikutnya.

Pemilihan lokasi operasi tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan potensi pertumbuhan awan hujan berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Suharyanto mengatakan dirinya bersama Raja Antoni akan terus berada di Kalteng untuk mengawal proses tersebut hingga upaya modifikasi cuaca membuahkan hasil.

“Supaya sampai dengan nanti operasi modifikasi cuacanya berhasil, hujan turun, paling tidak sedikit membantu terbukanya cuaca yang sekarang dipenuhi oleh kabut asap,” jelasnya, Selasa (22/9).

Sementara itu, Menhut Raja Juli Antoni menegaskan pemerintah akan mengoptimalkan seluruh potensi yang tersedia untuk memanfaatkan awan hujan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam menekan dampak karhutla terhadap masyarakat.

“Kita akan maksimumkan segala potensi yang ada, karena ini juga perintah Bapak Presiden agar dampak karhutla terhadap masyarakat dapat diminimalisir,” ujarnya.

Editor: Kuswandi
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore