Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 September 2026 | 18.33 WIB

Kolintang Indonesia Tampil Di Paris, Bawakan Si Patokaan Hingga La Vie en Rose

Musik kolintang Indonesia akan dibawa ke Paris, Prancis pada 27 September-2 Oktober 2026. (Dok Nanda Prayoga/JawaPos.com) - Image

Musik kolintang Indonesia akan dibawa ke Paris, Prancis pada 27 September-2 Oktober 2026. (Dok Nanda Prayoga/JawaPos.com)

JawaPos.com - Musik kolintang Indonesia akan dibawa ke Prancis pada 27 September hingga 2 Oktober 2026. Penampilan tersebut merupakan undangan dari KBRI Paris dan kantor pusat UNESCO sebagai bagian dari upaya memperkenalkan musik tradisional asal Minahasa, Sulawesi Utara, kepada publik internasional.

Undangan tersebut datang setelah kolintang ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda atau Intangible Cultural Heritage pada 5 Desember tahun lalu. Persatuan Insan Kolintang Nasional (Pinkan) akan membawa grup Rhythm of Minahasa (RoM) untuk tampil dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Ketua Umum Pinkan Penny Iriana Marsetio mengatakan RoM dijadwalkan tampil dalam acara yang digelar KBRI Paris dan UNESCO. Selain itu, mereka mendapat undangan untuk tampil di Place des Muguets, ruang terbuka yang digunakan untuk kegiatan edukasi budaya bagi generasi muda.

"Ini menjadi kesempatan bagi Kolintang Indonesia untuk tampil sekaligus memperkenalkan kekayaan musik asal Minahasa kepada masyarakat internasional," ujar Penny dalam konferensi pers Kolintang Goes to Paris di Jakarta pada Kamis (17/9).

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Pelatih Kolintang Indonesia (Ipkolindo) sekaligus pemimpin RoM Ferdinand Soputan mengatakan repertoar yang disiapkan tidak hanya berisi lagu daerah Indonesia. RoM akan memainkan lagu nasional, musik klasik, jazz, hingga lagu populer Prancis.

Salah satu lagu yang akan dibawakan adalah La Vie en Rose. Lagu tersebut dipilih untuk mendekatkan musik kolintang dengan audiens lokal sekaligus menunjukkan bahwa instrumen tradisional tersebut dapat memainkan beragam jenis musik. Ferdinand mengatakan keberangkatan ke Paris bukan sekadar pertunjukan musik. Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan bagian dari diplomasi budaya Indonesia.

"Kami ingin memperkenalkan keindahan warisan budaya Nusantara," kata Ferdinand.

RoM juga menyiapkan lagu tradisional Sulawesi Utara, seperti Si Patokaan, yang akan dikemas dalam medley bersama lagu-lagu Nusantara. Repertoar tersebut ditujukan untuk memperlihatkan karakter dan identitas musik kolintang.

Selain itu, mereka menyiapkan sebuah karya klasik dunia dengan aransemen orkestrasi yang kompleks. Pada penampilan penutup, RoM akan menggunakan aransemen modern dan dinamis. Mereka juga membuka peluang untuk berkolaborasi dengan musisi lokal di Paris.

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore