
Musik kolintang Indonesia akan dibawa ke Paris, Prancis pada 27 September-2 Oktober 2026. (Dok Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com - Musik kolintang Indonesia akan dibawa ke Prancis pada 27 September hingga 2 Oktober 2026. Penampilan tersebut merupakan undangan dari KBRI Paris dan kantor pusat UNESCO sebagai bagian dari upaya memperkenalkan musik tradisional asal Minahasa, Sulawesi Utara, kepada publik internasional.
Undangan tersebut datang setelah kolintang ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda atau Intangible Cultural Heritage pada 5 Desember tahun lalu. Persatuan Insan Kolintang Nasional (Pinkan) akan membawa grup Rhythm of Minahasa (RoM) untuk tampil dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Ketua Umum Pinkan Penny Iriana Marsetio mengatakan RoM dijadwalkan tampil dalam acara yang digelar KBRI Paris dan UNESCO. Selain itu, mereka mendapat undangan untuk tampil di Place des Muguets, ruang terbuka yang digunakan untuk kegiatan edukasi budaya bagi generasi muda.
"Ini menjadi kesempatan bagi Kolintang Indonesia untuk tampil sekaligus memperkenalkan kekayaan musik asal Minahasa kepada masyarakat internasional," ujar Penny dalam konferensi pers Kolintang Goes to Paris di Jakarta pada Kamis (17/9).
Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Pelatih Kolintang Indonesia (Ipkolindo) sekaligus pemimpin RoM Ferdinand Soputan mengatakan repertoar yang disiapkan tidak hanya berisi lagu daerah Indonesia. RoM akan memainkan lagu nasional, musik klasik, jazz, hingga lagu populer Prancis.
Salah satu lagu yang akan dibawakan adalah La Vie en Rose. Lagu tersebut dipilih untuk mendekatkan musik kolintang dengan audiens lokal sekaligus menunjukkan bahwa instrumen tradisional tersebut dapat memainkan beragam jenis musik. Ferdinand mengatakan keberangkatan ke Paris bukan sekadar pertunjukan musik. Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan bagian dari diplomasi budaya Indonesia.
"Kami ingin memperkenalkan keindahan warisan budaya Nusantara," kata Ferdinand.
RoM juga menyiapkan lagu tradisional Sulawesi Utara, seperti Si Patokaan, yang akan dikemas dalam medley bersama lagu-lagu Nusantara. Repertoar tersebut ditujukan untuk memperlihatkan karakter dan identitas musik kolintang.
Selain itu, mereka menyiapkan sebuah karya klasik dunia dengan aransemen orkestrasi yang kompleks. Pada penampilan penutup, RoM akan menggunakan aransemen modern dan dinamis. Mereka juga membuka peluang untuk berkolaborasi dengan musisi lokal di Paris.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022