
TNI AL mengevakuasi 22 korban selamat dari kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa pada Senin (14/9). (Dok TNI AL)
JawaPos.com - Operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 sampai hari keempat Rabu (16/9) belum ada tambahan korban yang ditemukan. Upaya pencarian di bawah air juga terkendala arus kuat yang mencapai 6,8 knot.
Dikutip dari Radar Banjarmasin Kamis (17/9) Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Moch Syafii mengatakan operasi SAR tetap dilakukan melalui pencarian di permukaan dengan mengerahkan unsur laut dan udara. Tim juga telah merencanakan pencarian bawah air atau underwater.
Namun, penyelaman belum dapat dilakukan secara maksimal karena kuatnya arus bawah air di sekitar lokasi kecelakaan.“Kecepatan arus di lokasi mencapai di atas 6 knot, bahkan mendekati 7 knot. Sementara sesuai ketentuan, penyelaman itu direkomendasikan dengan catatan kecepatan arus di bawah 1,5 knot,” ujar Syafii kepada awak media, Rabu (16/9) malam. Atas pertimbangan keselamatan, penyelam yang diterjunkan dari KRI akhirnya ditarik kembali setelah menuju titik penyelaman yang direncanakan.
Danlanal Banjarmasin Letkol Laut Galih Nurna Putra mengatakan, TNI AL telah mengerahkan dua tim penyelam. Masing-masing satu tim Kopaska dan satu tim Koppeba TNI AL. Tim sempat berupaya melakukan penyelaman. Namun, arus bawah air yang mencapai sekitar 6,8 knot membuat operasi membutuhkan teknik dan peralatan khusus. “Tadi sudah disampaikan oleh Kabasarnas bahwa bagaimana arus di dalam air mencapai 6,8 knot yang tidak mudah untuk melaksanakan penyelaman,” katanya.
Bangkai Kapal Bergeser 450 Meter
Kondisi pencarian semakin menantang karena posisi KMP Virgo Transport 8 terus berubah. Syafii mengatakan, bangkai kapal telah bergeser sekitar 450 meter dari titik datum awal pencarian. Kedalaman posisi kapal juga berubah. Sebelumnya, kapal disebut masih mengapung dengan bagian tertentu berada pada kedalaman sekitar 21 meter. Kini posisinya mencapai kedalaman sekitar 29 meter di bawah permukaan.
“Kemarin yang kita menganggapnya kapal dalam kondisi masih mengapung dengan kedalaman 21 meter, bergeser sekarang di kedalaman 29 meter,” ungkapnya. Perubahan tersebut turut memengaruhi perencanaan penyelaman. Sebelum penyelam diturunkan, tim membutuhkan data pendukung mengenai struktur dan bagian kapal serta kondisi aktual di bawah air.
Observasi menjadi tahapan awal untuk mencocokkan kondisi lapangan dengan data yang dimiliki. Hasilnya kemudian menjadi dasar menyusun skema penyelaman secara bertahap. Dengan arus yang belum memungkinkan penyelaman dilakukan secara maksimal, Basarnas menyiapkan skema alternatif berupa salvage.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022