Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 September 2026 | 20.29 WIB

Fokus Pencarian Korban di Badan KM Virgo Transport 8, KRI Canopus dan Drone Laut Dikerahkan

TNI AL mengevakuasi 22 korban selamat dari kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa pada Senin (14/9). (Dok TNI AL) - Image

TNI AL mengevakuasi 22 korban selamat dari kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa pada Senin (14/9). (Dok TNI AL)

JawaPos.com - Tim SAR Gabungan mengubah fokus operasi pencarian kecelakaan KMP Virgo Transport 8 pada hari keempat, Rabu (16/9).

Setelah penyisiran radius luas di permukaan laut, kini pencarian difokuskan langsung ke lokasi kejadian dengan memprioritaskan sekitar lokasi badan kapal.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana menuturkan, operasi ini dimulai sejak pukul 07.00 WITA dengan mengerahkan armada laut untuk menyisir enam sektor dengan total area pencarian mencapai ribuan nautical mile (NM).

"Pencarian kali ini lebih difokuskan di sekitar lokasi kejadian. Karena kemarin kita sudah melaksanakan pencarian dengan radius yang begitu luas, namun sebaran dari korban-korban negatif tidak ditemukan. Kami akan lebih fokus kepada target yaitu badan kapal KMP Virgo Transport 8 ini," ujar I Putu Sudayana, Rabu (26/9).

Pelibatan KRI Canopus dan Teknologi Drone Bawah Laut

Untuk mendukung efektivitas operasi di titik prioritas, kekuatan alat utama sistem senjata (alutsista) diperkuat oleh unsur TNI Angkatan Laut. Salah satu armada unggulan yang diturunkan adalah KRI Canopus, kapal perang dengan perlengkapan pemetaan bawah laut canggih.

"Ada satu kapal yang memang betul-betul canggih milik TNI Angkatan Laut, yaitu KRI Canopus. Kapal ini dilengkapi dengan echo sounder dan drone bawah laut yang berfungsi untuk pencarian baik di permukaan maupun bawah permukaan," jelas Sudayana.

Terkait opsi penggunaan drone bawah laut (drone water), tim operasi di lapangan perlu memperhitungkan dinamika cuaca.

Berdasarkan data Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor, arah angin berembus dari tenggara dengan arus laut menuju barat laut-barat daya, serta ketinggian gelombang diperkirakan mencapai 1,5 hingga 2,5 meter.

Sudayana yang bertindak sebagai Search and Rescue Mission Coordinator (SMC) menyerahkan penuh keputusan teknis penggunaan peralatan tersebut kepada tim ahli di KRI Canopus untuk melakukan penilaian awal (assessment) di lokasi.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore